Bangladesh Terancam Pemadaman Listik Dua Pekan

Selasa, 06 Juni 2023 - 00:30 WIB
loading...
Bangladesh Terancam...
Bangladesh Terancam Pemadaman Listik Dua Pekan. FOTO/Reuters
A A A
DHAKA - Bangladesh kemungkinan akan mengalami pemadaman listrik selama dua pekan ke depan. Negara itu mengalami konsumsi listrik yang lebih tinggi karena kenaikan suhu. Kondisi tersebut menyebabkan pembangkit listrik kekurangan bahan bakar.

Bangladesh menderita kekurangan listrik yang parah sejak April karena gelombang panas yang membuat melonjaknya permintaan listrik dan kemudian topan mematikan memutus pasokan gas alam untuk pembangkit bahan bakar.

Baca juga: Jaringan Listrik Terganggu, 130 Juta Warga Bangladesh Hidup dalam Kegelapan

Negara ini juga membatasi impor gas alam cair (LNG), bahan bakar pembangkit listrik utamanya, setelah rekor harga yang tinggi pada paruh kedua tahun 2022. Kondisi ini harga membuat bahan bakar tersebut terlalu mahal.

“Kondisi ini mungkin akan bertahan selama dua minggu lagi,” ujar Nasrul Hamid, Menteri Negara Tenaga Kerja, Energi dan Sumber Daya Mineral, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (4/6/2023). “Masalah ini terjadi karena kita tidak bisa memastikan pasokan batu bara dan gas yang cukup,” lanjut Hamid.

Pemadaman listrik mengancam sektor pakaian jadi penting Bangladesh yang menyumbang lebih dari 80 persen ekspor dan pemasok pemasoknya seperti Walmart, Gap Inc, H&M, VF Corp, Zara dan American Eagle Outfitters.

Baca juga: Bangladesh Pangkas Hari Sekolah dan Jam Kerja untuk Hemat Listrik

Hilangnya ekspor tersebut akan memperburuk masalah seputar cadangan dolarnya, yang telah anjlok hampir sepertiga dalam 12 bulan hingga akhir April ke level terendah dalam tujuh tahun, dan membatasi kemampuannya untuk membayar impor bahan bakar.

Hamid juga mengatakan, pejabat sektor ketenagalistrikan negara telah bekerja untuk mencegah kekurangan bahan bakar selama dua bulan terakhir, tetapi konsumsi yang lebih tinggi mempersulit tugas tersebut.

“Penghentian yang akan datang dari unit tenaga batu bara utama mulai Selasa karena kekurangan bahan bakar selama beberapa hari ke depan dapat semakin memperburuk situasi,” kata seorang pejabat senior dari kementerian tenaga listrik.

Baca juga: Sejak 1970, Lebih dari 500.000 Tewas Akibat Cuaca Ekstrem di Bangladesh

“Hanya hujan yang bisa memberi kami sedikit kelegaan, karena permintaan listrik berkurang saat hujan,” kata pejabat itu, yang menolak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Pemadaman listrik yang sering terjadi juga menuai kritik dari partai oposisi.”“Seluruh negara hampir tanpa listrik. Orang-orang sakit karena cuaca panas yang ekstrem,” kata Ruhul Kabir Rizvi, pemimpin senior oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menteri Bangladesh Selamatkan...
Menteri Bangladesh Selamatkan 'Donald Trump' dari Penyembelihan di Hari Raya Iduladha
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Dubes LBBP RI Listyowati...
Dubes LBBP RI Listyowati Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Bangladesh
Mantan PM Bangladesh...
Mantan PM Bangladesh Khaleda Zia Meninggal setelah Menderita Banyak Penyakit
Lautan Manusia Iringi...
Lautan Manusia Iringi Pemakaman Hadi, Aktivis Bangladesh yang Ditembak Kepalanya
Seorang Pria Hindu Dibakar...
Seorang Pria Hindu Dibakar Hidup-hidup oleh Massa di Bangladesh, Ini Alasannya
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved