Serang Belgorod, Milisi Anti-Putin Gunakan Senjata Bantuan NATO untuk Ukraina

Minggu, 04 Juni 2023 - 14:10 WIB
loading...
Serang Belgorod, Milisi...
Milisi anti-Putin dilaporkan menggunakan peralatan dan senjata bantuan NATO untuk Ukraina. Foto/Telegraph
A A A
WASHINGTON - Media Amerika Serikat (AS), The Washington Post, melaporkan milisi anti-Moskow yang melancarkan serangan di Belgorod pekan lalu menggunakan setidaknya empat kendaraan taktis yang awalnya diberikan ke Ukraina oleh Amerika dan Polandia. Laporan itu mengutip pernyataan pejabat AS.

Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan peralatan yang disediakan NATO secara tidak sengaja dan komitmen Kiev untuk mengamankan material yang dipasok oleh para pendukungnya.

"Tiga dari kendaraan Ranjau-Resistant Ambush Protected, juga dikenal sebagai MRAP, dibawa ke Rusia oleh para milisi disediakan oleh Amerika Serikat dan yang keempat berasal dari Polandia, menurut orang-orang yang akrab dengan temuan intelijen AS, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya," tulis Washington Post, yang dipantau SindonewsMinggu (4/6/2023).

Sumber-sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah sensitif tersebut.

Dalam laporannya, Washington Post juga memverifikasi foto yang memperlihatkan para milisi anti-Kremlin membawa senapan yang dibuat oleh Belgia dan Republik Ceko serta setidaknya satu senjata antitank AT-4 yang umum digunakan di antara pasukan AS dan Barat.

Pejabat AS dan Barat bersikeras bahwa Ukraina dengan hati-hati melacak senjata bernilai miliaran dolar yang mengalir ke negara itu. Negara-negara pendukung Kiev sebagian besar juga melarang pasukan Ukraina menggunakan senjata dan peralatan Barat untuk menyerang wilayah Rusia.

Namun serangan ke wilayah Rusia yang terjadi baru-baru ini menggarisbawahi bagaiman material itu dapat berpindah tangan dengan cara yang tidak terduga, menciptakan tantangan pengawasan yang tampaknya ingin diakui oleh beberapa orang di Washington dan Kiev.

Baca Juga: Kendaraan Militernya Hancur Lebur, AS Sangkal Izinkan Penyerangan di Belgorod
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved