Sejarah Baru di Hagia Sophia

Jum'at, 24 Juli 2020 - 06:13 WIB
loading...
A A A
Hagia Sophia pertama kali dibangun sebagai gereja pada periode Bizantium dan kemudian menjadi masjid setelah Sultan Ottoman Mehmed II menaklukkan Istanbul pada 1453. Pada 1934 Pemerintah Turki mengubah masjid ikonik itu menjadi museum. (Baca juga: Warga Tionghoa di DIY Boleh Punya Hak Milik Tanah)

Pada tahun 537 atau setelah pembangunan katedral rampung, kota ini menjadi tempat kedudukan pimpinan gereja ortodoks. Upacara kenegaraan Kekaisaran Bizantium seperti penobatan dilangsungkan di bangunan tersebut. Hagia Sophia menjadi rumah bagi Gereja Ortodoks Timur selama hampir 900 tahun, tetapi sempat dilarang pada periode singkat di abad ke-13 ketika tempat ini diubah menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kontrol pasukan invasi dari Eropa selama Perang Salib Keempat.

Namun pada 1453 Kekhalifahan Utsmaniyah di bawah Sultan Mehmed II atau Muhammad al-Fatih menguasai Konstantinopel dan mengganti namanya menjadi Istanbul serta mengakhiri Kekaisaran Bizantium untuk selamanya. Saat memasuki Hagia Sophia , Mehmed II bersikeras untuk merenovasi dan mengubahnya menjadi masjid. Dia menghadiri salat Jumat pertama di gedung itu. Para arsitek Utsmaniyah kemudian menghapus atau menutupi simbol-simbol Kristen Ortodoks di dalam bangunan itu dan menambahkan menara ke dalam strukturnya.

Hingga selesai pembangunan Masjid Biru di Istanbul pada 1616, Hagia Sophia adalah masjid utama di kota tersebut dan arsitekturnya mengilhami pembangunan Masjid Biru dan beberapa masjid lain di sekitar kota maupun dunia.

Setelah berakhirnya Perang Dunia I pada 1918, Kekaisaran Utsmaniyah yang mengalami kekalahan dipecah-pecah wilayahnya oleh negara-negara Sekutu sebagai pihak yang menang. Sejak dibuka kembali untuk umum dan museum pada 1935, tempat ini menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi di Turki.

Masih Polemik

Upaya mengubah kembali Hagia Sophia menjadi masjid masih menyisakan polemik panjang. Langkah Erdogan dinilai kental nuansa politik sebagai upaya pengalihan isu dan menarik perhatian rakyat Turki dari krisis ekonomi.

Banyak jajak pendapat di Turki mendukung upaya untuk mengubah kembali Hagia Sophia menjadi masjid. Namun Erdogan kini sedang menyiapkan pemilu sela. Dia juga memanfaatkan momen itu agar partainya, AKP, yang sedang tidak populer kembali meraih dukungan. Erdogan dinilai ingin memperkuat legasinya. Dia ingin mengubah Turki dari negara sekuler menjadi negara Islam.

“Dengan mengubah Hagia Sophia menjadi masjid, hal itu akan menandai berakhirnya parenthesis,” kata Selim Koru, analis dari Tepav, think tank di Ankara. Parenthesis identik dengan pemerintahan Kemal Attaturk pada 1920-an yang cenderung sekuler. (Baca juga: 8 Remaja Jadi Tersangka Tawuran Berdarah di Kota Bekasi)

Pengamat politik Timur Tengah dari Binus University Tia Mariatul Kibtiah mengatakan tidak ada yang aneh dengan langkah Erdogan. Senada dengan Selim Koru, Kibtiah menilai sejak awal kemunculan di dunia politik Erdogan selalu membawa bendera agama. Dia ingin mengubah Turki yang liberal dari era Kemal Attaturk yang menghapus simbol-simbol agama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Berkecamuk,...
Selat Hormuz Berkecamuk, Turki Tawarkan Jalur Kereta Api Hejaz Modern
Agen Mata-mata Israel...
Agen Mata-mata Israel Isyaratkan Mesir dan Turki sebagai Target Perang Berikutnya
Erdogan Dorong Negara...
Erdogan Dorong Negara Muslim Bersatu Beri Pelajaran ke Netanyahu
Malaysia, Turki dan...
Malaysia, Turki dan UEA Bersama 51 Negara Lainnya Dilaporkan Pasok Senjata ke Israel
Inilah Yildirimhan,...
Inilah Yildirimhan, Rudal Balistik Antarbenua Turki yang Diklaim Mampu Serang Daratan AS
Turki Luncurkan Rudal...
Turki Luncurkan Rudal Hipersonik Pertamanya, Ini 3 Keunggulannya
Prabowo Terima Menlu...
Prabowo Terima Menlu Turki di Hambalang, Bahas Palestina hingga Timur Tengah
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Negaranya Dihujani Rudal...
Negaranya Dihujani Rudal dan Drone, Kuwait Usir 2 Diplomat Iran
Rekomendasi
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved