8 Negara yang Terancam Tenggelam, Nomor 7 Terbaik dalam Mengantisipasi Bencana
Jum'at, 02 Juni 2023 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) juga terancam tenggelam. Itu disebabkan naiknya permukaan laut yang juga kemungkinan besar akan berdampak besar pada AS.
Seperti negara bagian Houston tenggelam dengan kecepatan 2 inci per tahun karena pemompaan air tanah yang berlebihan. Semakin banyak wilayah Houston tenggelam, semakin rentan terhadap bencana yang semakin sering terjadi seperti Badai Harvey, yang merusak hampir 135.000 rumah dan membuat sekitar 30.000 orang mengungsi.
Selain itu, wilayah di Pantai Virginia memiliki salah satu tingkat kenaikan permukaan laut tercepat di AS. Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOOA) memperkirakan bahwa Pantai Virginia dapat mengalami kenaikan permukaan laut hingga hampir 12 kaki pada tahun 2100.
Berdasarkan proyeksi baru-baru ini, banyak kota di AS dapat menghadapi masalah serius pada tahun 2050, dengan petak lahan yang luas berpotensi menjadi tidak layak huni. Menurut NOAA, banyak lokasi di sepanjang garis pantai AS, banjir air pasang sekarang 300% hingga lebih dari 900% lebih sering daripada 50 tahun yang lalu.
Climate Central menyatakan wilayah New York menjadi kawasan paling berisiko. Mereka menyatakan bahwa, pada tahun 2050, hampir setengah juta (426.000) warga New York akan tinggal di "tanah yang terancam". Kerentanan New York terhadap banjir terlihat jelas pada 2012, ketika kota itu terkena dampak Badai Sandy yang parah. Setidaknya 43 orang di kota itu tewas akibat badai super, sekitar seperempat juta kendaraan hancur, dan setidaknya ada "kerusakan dan kerugian" senilai USD32 miliar.
Namun, dalam hal kerentanan terhadap banjir, Florida tampaknya menjadi negara bagian yang paling terdampak. Menurut penelitian Climate Central, 36 dari 50 kota AS yang paling rentan terhadap banjir pesisir berada di Sunshine State.
Sebuah penelitian menyatakan bahwa 32 juta warga Bangladesh akan menghadapi risiko kehilangan rumah karena tenggelam pada pada 2100.
Baca Juga: Simpan Harta Karun 200 Ton Emas dan Permata, Bangkai Kapal San Jose Jadi Rebutan 3 Negara
![8 Negara yang Terancam Tenggelam, Nomor 7 Terbaik dalam Mengantisipasi Bencana]()
Foto/Reuters
Seperti negara bagian Houston tenggelam dengan kecepatan 2 inci per tahun karena pemompaan air tanah yang berlebihan. Semakin banyak wilayah Houston tenggelam, semakin rentan terhadap bencana yang semakin sering terjadi seperti Badai Harvey, yang merusak hampir 135.000 rumah dan membuat sekitar 30.000 orang mengungsi.
Selain itu, wilayah di Pantai Virginia memiliki salah satu tingkat kenaikan permukaan laut tercepat di AS. Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOOA) memperkirakan bahwa Pantai Virginia dapat mengalami kenaikan permukaan laut hingga hampir 12 kaki pada tahun 2100.
Berdasarkan proyeksi baru-baru ini, banyak kota di AS dapat menghadapi masalah serius pada tahun 2050, dengan petak lahan yang luas berpotensi menjadi tidak layak huni. Menurut NOAA, banyak lokasi di sepanjang garis pantai AS, banjir air pasang sekarang 300% hingga lebih dari 900% lebih sering daripada 50 tahun yang lalu.
Climate Central menyatakan wilayah New York menjadi kawasan paling berisiko. Mereka menyatakan bahwa, pada tahun 2050, hampir setengah juta (426.000) warga New York akan tinggal di "tanah yang terancam". Kerentanan New York terhadap banjir terlihat jelas pada 2012, ketika kota itu terkena dampak Badai Sandy yang parah. Setidaknya 43 orang di kota itu tewas akibat badai super, sekitar seperempat juta kendaraan hancur, dan setidaknya ada "kerusakan dan kerugian" senilai USD32 miliar.
Namun, dalam hal kerentanan terhadap banjir, Florida tampaknya menjadi negara bagian yang paling terdampak. Menurut penelitian Climate Central, 36 dari 50 kota AS yang paling rentan terhadap banjir pesisir berada di Sunshine State.
4. Bangladesh
Bangladesh menghasilkan 0,3% emisi yang berkontribusi terhadap perubahan iklim, tetapi negara tersebut menghadapi beberapa konsekuensi terbesar dari naiknya permukaan air laut. Lautan dapat membanjiri 17% daratan Bangladesh dan membuat sekitar 18 juta warganya mengungsi pada tahun 2050.Sebuah penelitian menyatakan bahwa 32 juta warga Bangladesh akan menghadapi risiko kehilangan rumah karena tenggelam pada pada 2100.
Baca Juga: Simpan Harta Karun 200 Ton Emas dan Permata, Bangkai Kapal San Jose Jadi Rebutan 3 Negara
5. Italia

Foto/Reuters
Lihat Juga :