Mengenal 3 Negara Baltik, Salah Satunya Sokong Persenjataan Ukraina

Kamis, 01 Juni 2023 - 22:15 WIB
loading...
Mengenal 3 Negara Baltik,...
Tiga negara Baltik, Estonia, Latvia, dan Lithuania. Dulunya bagian dari Uni Soviet, namun beralih menjadi anggota NATO. Foto/Encyclopedia Britannica
A A A
JAKARTA - Negara Baltik yang terdiri dari Estonia, Latvia, dan Lithuania berada di wilayah timur laut Eropa. Penamaan wilayah ini diambil dari Laut Baltik yang berbatasan di barat tiga negara ini.

Selain ada Laut Baltik di wilayah barat, tiga negara ini juga berbatasan dengan wilayah Rusia di timur, Belarusia di tenggara, dan Polandia di barat daya.

Dulunya ketiga negara ini berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Rusia, kemudian menjadi Uni Soviet, sebelum akhirnya memproklamirkan kemerdekaan tak lama setelah Soviet runtuh.

Baca Juga: Ukraina Dilaporkan Hancurkan Otak Sistem Rudal S-400 Rusia dengan HIMARS Amerika

Ketiga negara ini merdeka pada tahun yang sama, pada 1918. Menurut laman Britanica, angka harapan hidup di negara Baltik ini tergolong rendah menurut standar Eropa. Hal itu disebabkan populasi yang mulai menua dan selalu menurun setelah kemerdekaan.

Itu terjadi karena pada saat kemerdekaan, seluruh imigran yang berasal dari Rusia kembali ke negaranya, diikuti dengan penduduk yang mulai migrasi ke wilayah Eropa Barat dan Amerika Utara.

Mengenal 3 Negara Baltik


1. Latvia


Kemerdekaan Latvia ditandai dengan munculnya perjanjian Brest-Litovsk antara Rusia dan Jerman pada bulan Maret dan gencatan senjata Sekutu dengan Jerman pada bulan November di tahun 1918. Sebelum merdeka, wilayah Latvia merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia sejak tahun 1800-an.

Dilansir dari BBC, untuk memproklamirkan kemerdekaannya, Latvia harus berjuang melawan tentara Rusia dan Jerman. Sampai pada akhirnya dibentuk perjanjian perdamaian antara Latvia dan Rusia pada tahun 1920.

Rupanya perjanjian itu masih belum dapat meredam Jerman, di mana pada tahun 1941, pasukan Nazi berhasil menginvasi dan membunuh 70.000 orang Yahudi di Latvia.

Invasi tersebut akhirnya berhenti usai Berlin kalah dalam Perang Dunia II dan Adolf Hitler dinyatakan tewas.

Sama seperti negara Baltik yang lain, Latvia mulai bergabung dengan NATO pada tahun 2004. Sampai pada tahun 2022, ketika invasi Rusia dilancarkan ke Ukraina, negara ini mulai mengumumkan keadaan darurat di sepanjang perbatasannya dengan Belarusia.

Saat ini, Latvia yang mengadaptasi sistem pemerintahan parlementer, dipimpin oleh Presiden Egil Levits yang terpilih pada tahun 2019 lalu. Dalam kepemimpinannya, Levits telah mendukung gerakan untuk mengurangi penggunaan bahasa Rusia di Latvia, termasuk melarang universitas mengajar dalam bahasa selain bahasa resmi Uni Eropa.

Sementara untuk posisi Perdana Menteri di Latvia dipegang oleh Arturs Krisjanis Karins yang menjabat sejak Januari 2019.


2. Lithuania


Lithuania merupakan negara yang dulunya berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Rusia sejak akhir abad ke 18. Negara ini kemudian diduduki oleh Jerman selama Perang Dunia Pertama tahun 1915.

Sempat terjadi sejarah kelam di negara ini pada tahun 1941, di mana terdapat ribuan masyarakat Lithuania yang dideportasi ke Serbia setelah Nazi Jerman berhasil menginvasinya. Hal tersebut juga terjadi di Estonia.

Negara yang mengusung sistem pemerintahan parlementer ini dipimpin oleh Presiden Gitanas Nauseda yang telah menjabat dua periode setelah terpilih kembali pada tahun 2019 lalu. Perdana Menteri-nya Ingrida Simonyte mulai menjabat pada November 2020.


3. Estonia


Sama seperti negara Baltik sebelumnya, Estonia yang telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 1918, baru diakui sebagai sebuah negara setelah Uni Soviet runtuh pada tahun 1991.

Setelah Uni Soviet runtuh, Estonia menjadi negara Baltik pertama yang mengumumkan ketertarikannya untuk bergabung dengan NATO pada tahun 1994. Namun negara ini secara resmi baru bergabung dengan organisasi tersebut pada tahun 2004.

Pada tahun 2007 lalu, Estonia menjadi negara pertama yang mengizinkan pemungutan suara melalui internet untuk pemilihan parlemen.

Ketika Rusia melancarkan Invasinya ke Ukraina pada Februari 2022, Estonia menjadi satu-satunya negara Baltik yang memberikan peralatan militer dan dukungan politik kepada Ukraina.

Saat ini Estonia dipimpin oleh Presiden Alar Karis yang dipilih oleh Parlemen pada 31 Agustus 2021 menggantikan Kersti Kaljulaid. Sedangkan Kaja Kallas adalah Perdana Menteri yang baru saja terpilih dalam pemilu Maret 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Berita Terkini
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved