Rusia Akan Larang Operasi Ubah Jenis Kelamin, Ini Alasannya
Kamis, 01 Juni 2023 - 19:33 WIB
loading...
A
A
A
Alexander Bastrykin, ketua Komite Investigasi Rusia, menyatakan bahwa beberapa orang mengubah jenis kelamin mereka "di atas kertas" untuk menghindari dikirim berperang di Ukraina.
"Ganti kelamin di atas kertas itu penipuan, penipuan. Kalau ini penipuan, penipuan ini melanggar kepentingan negara, kemampuan pertahanan kita," ujarnya.
Seorang anggota Duma Negara yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar Rusia, Kommersant, bahwa telah terjadi "insiden berulang" tentang laki-laki yang ingin mengubah jenis kelamin mereka untuk menghindari wajib militer.
"Banyak anak muda telah mendekati klinik swasta untuk menandatangani perubahan jenis kelamin untuk menghindari wajib militer karena operasi militer khusus di Ukraina," katanya.
Outlet berita independen, Mediazona, mengutip data dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, melaporkan bahwa pada tahun 2022, jumlah orang Rusia yang menerima paspor baru setelah perubahan jenis kelamin meningkat secara dramatis.
Pada tahun 2020, 428 paspor dikeluarkan sehubungan dengan perubahan penanda gender, 554 pada tahun 2021, dan 936 pada tahun 2022.
"Ganti kelamin di atas kertas itu penipuan, penipuan. Kalau ini penipuan, penipuan ini melanggar kepentingan negara, kemampuan pertahanan kita," ujarnya.
Seorang anggota Duma Negara yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar Rusia, Kommersant, bahwa telah terjadi "insiden berulang" tentang laki-laki yang ingin mengubah jenis kelamin mereka untuk menghindari wajib militer.
"Banyak anak muda telah mendekati klinik swasta untuk menandatangani perubahan jenis kelamin untuk menghindari wajib militer karena operasi militer khusus di Ukraina," katanya.
Outlet berita independen, Mediazona, mengutip data dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, melaporkan bahwa pada tahun 2022, jumlah orang Rusia yang menerima paspor baru setelah perubahan jenis kelamin meningkat secara dramatis.
Pada tahun 2020, 428 paspor dikeluarkan sehubungan dengan perubahan penanda gender, 554 pada tahun 2021, dan 936 pada tahun 2022.
(mas)
Lihat Juga :