Rusia Akan Larang Operasi Ubah Jenis Kelamin, Ini Alasannya
Kamis, 01 Juni 2023 - 19:33 WIB
loading...
Rusia akan melarang operasi mengubah jenis kelamin dengan alasan untuk melestarikan keturunan dan mencegah para pria menghindari wajib militer. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Para anggota Parlemen Rusia telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang akan melarang operasi untuk mengubah jenis kelamin orang. Alasannya, untuk melestarikan keturunan dan melawan ideologi anti-keluarga yang dikampanyekan Barat.
Langkah itu juga menjadi upaya nyata untuk mencegah para warga yang mencoba menghindari dari mobilisasi militer selama perang melawan Ukraina berlangsung.
Hampir 400 anggota Duma Negara, majelis rendah Parlemen Rusia, berada di belakang usulan amandemen undang-undang yang ada yang akan melarang intervensi medis yang ditujukan untuk mengubah jenis kelamin seseorang.
Salah satu penulis RUU tersebut, Pyotr Tolstoy, mengumumkan di Saluran telegramnya bahwa RUU tersebut mengecualikan operasi untuk mengobati anomali kongenital pada anak-anak.
Baca Juga: Pasukan Rusia Mengamuk di Belgorod, Habisi 30 Penyusup asal Ukraina
Para pejabat Rusia telah menyatakan bahwa operasi mengubah jenis kelamin dapat berdampak pada kemampuan pertahanan negara di tengah perang yang sedang berlangsung.
Langkah itu juga menjadi upaya nyata untuk mencegah para warga yang mencoba menghindari dari mobilisasi militer selama perang melawan Ukraina berlangsung.
Hampir 400 anggota Duma Negara, majelis rendah Parlemen Rusia, berada di belakang usulan amandemen undang-undang yang ada yang akan melarang intervensi medis yang ditujukan untuk mengubah jenis kelamin seseorang.
Salah satu penulis RUU tersebut, Pyotr Tolstoy, mengumumkan di Saluran telegramnya bahwa RUU tersebut mengecualikan operasi untuk mengobati anomali kongenital pada anak-anak.
Baca Juga: Pasukan Rusia Mengamuk di Belgorod, Habisi 30 Penyusup asal Ukraina
Para pejabat Rusia telah menyatakan bahwa operasi mengubah jenis kelamin dapat berdampak pada kemampuan pertahanan negara di tengah perang yang sedang berlangsung.
Lihat Juga :