Perdana Menteri Qatar dan Pemimpin Taliban Gelar Pertemuan Rahasia

Kamis, 01 Juni 2023 - 11:46 WIB
loading...
Perdana Menteri Qatar...
Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengadakan pembicaraan rahasia dengan Pemimpin Tertinggi Taliban Haibatullah Akhunzada bulan ini untuk menyelesaikan ketegangan dengan komunitas internasional.

Kabar tersebut diungkapkan seorang sumber yang memberi pengarahan pada pertemuan itu.

Langkah ini menandakan kesediaan baru oleh penguasa Afghanistan untuk membahas cara-cara mengakhiri isolasi mereka, menurut laporan Reuters.

Pertemuan 12 Mei 2023 di kota Kandahar, Afghanistan selatan, antara Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dan Haibatullah Akhunzada adalah pertemuan pertama yang diketahui dilakukan pemimpin Taliban dengan seorang pemimpin asing.

“Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden diberi pengarahan tentang pembicaraan itu dan berkoordinasi tentang semua masalah yang dibahas oleh keduanya, termasuk melanjutkan dialog dengan Taliban,” ungkap sumber itu.

Baca juga: Afrika Selatan Mungkin Pindah Tempat KTT BRICS ke China, Ini Alasannya

Sumber itu, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan masalah lain yang diangkat Sheikh Mohammed dengan Haibatullah termasuk perlunya mengakhiri larangan Taliban terhadap pendidikan anak perempuan dan pekerjaan perempuan.

Pertemuan tersebut merupakan keberhasilan diplomatik untuk Qatar, yang telah mengkritik pembatasan perempuan oleh Taliban.

Qatar menggunakan hubungan lama dengan gerakan Islam itu untuk mendorong keterlibatan yang lebih dalam antara Kabul dan masyarakat internasional.

Amerika Serikat telah memimpin tuntutan kepada Taliban untuk mengakhiri larangan sekolah anak perempuan dan perempuan bekerja, termasuk untuk badan-badan PBB dan kelompok kemanusiaan.

AS mendesak Taliban memulihkan kebebasan bergerak perempuan dan membawa warga Afghanistan dari luar jajaran Taliban ke dalam pemerintahan.

Komentar sumber itu menunjukkan Washington mendukung peningkatan pembicaraan tingkat rendah yang tidak produktif dengan harapan terobosan yang dapat mengakhiri satu-satunya larangan di dunia dan meredakan krisis kemanusiaan dan keuangan yang mengerikan yang telah menyebabkan puluhan juta warga Afghanistan kelaparan dan menganggur.

Gedung Putih menolak mengomentari pembicaraan tersebut. Departemen Luar Negeri dan kedutaan besar Qatar di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.

Taliban tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Ali Jalali, mantan menteri dalam negeri Afghanistan, mengatakan dia tidak percaya Haibatullah akan terlibat dalam dialog serius dengan Amerika Serikat dan kekuatan lain sampai dia menghilangkan persaingan faksi dan perbedaan atas larangan pendidikan anak perempuan di Afghanistan.

“Haibatullah akan memegang kartunya dan sampai dia mengkonsolidasikan kekuatannya," ungkap Jalali, profesor di Universitas Pertahanan Nasional AS.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Timnas Qatar Hancur-hancuran...
Timnas Qatar Hancur-hancuran di Piala Dunia 2026, Netizen Indonesia Singgung Hukum Karma
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Berita Terkini
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Infografis
Qatar, UEA, dan Israel...
Qatar, UEA, dan Israel Gelar Latihan Militer Bersama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved