AS dan Negara Baltik Bantah Klaim Putin Setuju Dianeksasi Soviet
Kamis, 23 Juli 2020 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Uni Eropa dan NATO menuduh Rusia melakukan kampanye disinformasi untuk mencoba menggoyahkan Barat dengan mengeksploitasi perpecahan di masyarakat. Namun Rusia membantah taktik semacam itu.
Komisi Eropa mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta-fakta bersejarah setelah Putin menyatakan Polandia berbagi tanggung jawab untuk memulai Perang Dunia Kedua karena berkomplot dalam rencana Jerman Nazi pada tahun 1938 untuk mengoyak Cekoslowakia.
Presiden Polandia Andrzej Duda menuduh Putin melakukan "kebohongan historis".
Pada tahun 1989, selama periode glasnost atau keterbukaan, di bawah pimpinan Soviet Mikhail Gorbachev, Moskow mengecam pakta rahasia Soviet-Nazi tahun 1939 untuk mengukir Polandia dan negara-negara Baltik yang memungkinkan Uni Soviet mencaplok wilayah tersebut.
Lithuania, Estonia, dan Latvia semuanya meraih kemerdekaan dari Uni Soviet saat negara itu runtuh dan sekarang adalah anggota Uni Eropa dan NATO.
Komisi Eropa mengatakan pada bulan Januari bahwa mereka tidak akan mentolerir distorsi fakta-fakta bersejarah setelah Putin menyatakan Polandia berbagi tanggung jawab untuk memulai Perang Dunia Kedua karena berkomplot dalam rencana Jerman Nazi pada tahun 1938 untuk mengoyak Cekoslowakia.
Presiden Polandia Andrzej Duda menuduh Putin melakukan "kebohongan historis".
Pada tahun 1989, selama periode glasnost atau keterbukaan, di bawah pimpinan Soviet Mikhail Gorbachev, Moskow mengecam pakta rahasia Soviet-Nazi tahun 1939 untuk mengukir Polandia dan negara-negara Baltik yang memungkinkan Uni Soviet mencaplok wilayah tersebut.
Lithuania, Estonia, dan Latvia semuanya meraih kemerdekaan dari Uni Soviet saat negara itu runtuh dan sekarang adalah anggota Uni Eropa dan NATO.
(ber)
Lihat Juga :