AS dan Negara Baltik Bantah Klaim Putin Setuju Dianeksasi Soviet

Kamis, 23 Juli 2020 - 23:18 WIB
loading...
AS dan Negara Baltik...
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto/WBUR
A A A
VILNIUS - Amerika Serikat (AS) bergabung dengan Lithuania, Latvia dan Estonia dalam menentang apa yang disebut sebagai upaya Rusia untuk menulis ulang sejarah. Ini terkait dengan pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan bahwa negara-negara Baltik telah menyetujui aneksasi mereka oleh Uni Soviet pada 1940.

"Kami menentang keras segala upaya Rusia untuk menulis ulang sejarah guna membenarkan pendudukan dan pencaplokan negara-negara Baltik pada tahun 1940 oleh Uni Soviet," tulis Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pernyataan bersama dengan para menteri luar negeri dari tiga Baltik negara seperti disitir dari Reuters, Kamis (23/7/2020).(Baca: PM Johnson: Inggris Memilih Brexit Bukan Karena Tekanan Rusia )

Pernyataan itu menandai peringatan ke-80 deklarasi tahun 1940 oleh plt Menteri Luar Negeri AS Sumner Welles yang saat itu mengecam pengambilalihan Soviet atas ketiga negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Estonia mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil duta besar Rusia untuk memprotes pernyataan yang berusaha menggambarkan pendudukan Estonia dan pencaplokannya ke Uni Soviet sebagai tindak yang sah.

"Rusia berusaha memberi kesan bahwa legitimasi dapat lahir dengan ancaman senjata, penindasan dengan kesepakatan bersama - ini sangat sinis," kata Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, Putin menyatakan bahwa memasukkan Lithuania, Latvia, dan Estonia ke dalam Uni Soviet dilaksanakan berdasarkan kontrak, dengan persetujuan dari otoritas terpilih.

"Ini sejalan dengan hukum internasional dan negara pada waktu itu," tambahnya dalam artikel untuk majalah The National Interest.(Baca: Putin: Amandemen Konstitusi Membuat Rusia Hindari Kesalahan Soviet )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Brasil Resmi Gugat Keputusan...
Brasil Resmi Gugat Keputusan VAR ke FIFA, Gol Lionel Messi Ikut Terseret
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Emas Now Tawarkan Investasi...
Emas Now Tawarkan Investasi Logam Mulia Lebih Inklusif
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved