Rudal Rusia Serang Ibu Kota Ukraina 3 Hari Berturut-turut, Telan Korban Jiwa

Selasa, 30 Mei 2023 - 11:21 WIB
loading...
Rudal Rusia Serang Ibu...
Serangan rudal Rusia di Ibu Kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (29/5/2023) malam. Kyiv diserang lagi dini hari tadi. Foto/Gleb Garanich/REUTERS
A A A
KYIV - Gelombang serangan rudal Rusia kembali menghantam Ibu Kota Ukraina, Kyiv, Selasa (30/5/2023) dini hari. Ini menjadi hari serangan ketiga secara berturut-turut.

"Serangan besar-besaran!" tulis Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko di Telegram. "Jangan tinggalkan tempat berlindung," lanjut dia, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Klitschko mengatakan bahwa seorang wanita berusia 27 tahun dibawa ke rumah sakit setelah mengalami luka di distrik Holosiivskyi barat daya.

Dia kemudian melaporkan bahwa satu orang tewas dalam serangan udara terbaru Rusia.

Baca Juga: Ketika Serangan Rudal Rusia Bikin Warga Ibu Kota Ukraina Kocar-kacir

Pejabat administrasi militer Kyiv mengatakan bahwa sistem pertahanan udara menyerang dan menghancurkan proyektil yang masuk dan puing-puing yang berjatuhan menghantam beberapa distrik di ibu kota, termasuk lingkungan Podil dan Pecherskyi yang bersejarah.

Rusia telah melancarkan gelombang serangan udara ke Kyiv hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada unit pertahanan udara negara itu karena telah menyelamatkan ratusan nyawa dengan menembak jatuh rentetan drone dan rudal Rusia yang ditujukan ke ibu kota dan lokasi lain.

Pada Selasa dini hari, sistem pertahanan udara di Kyiv terlibat dalam menembak jatuh target yang masuk. Sementara itu, sirene serangan udara meraung-rauang di beberapa daerah.

Menurut Klitschko, penghuni gedung apartemen bertingkat tinggi dievakuasi pada Selasa pagi setelah puing-puing yang berjatuhan memicu kebakaran.

Menyebutnya sebagai serangan besar-besaran yang diluncurkan dalam beberapa gelombang, kepala administrasi militer Kyiv Serhiy Popko mengatakan di Telegram bahwa Rusia melakukan serangan menggunakan drone Shahed buatan Iran dan lebih dari 20 telah ditembak jatuh.

Serangan hari Selasa menandai serangan udara ke-17 Rusia di ibu kota sepanjang bulan ini, menyusul dua serangan pada hari Senin, termasuk serangan siang hari yang jarang terjadi yang memaksa orang mencari perlindungan di bawah tanah dan membuat anak-anak sekolah melarikan diri dari jalan-jalan Kyiv demi keselamatan.

Baca Juga: Zelensky Klaim Sistem Patriot AS 100 Persen Tembak Jatuh Rudal Rusia, tapi....

Dalam pidato malamnya pada hari Senin, Zelensky mengatakan bahwa sementara beberapa serangan udara Rusia, yang dia sebut “jahat”, berhasil melewati pertahanan Ukraina, sebagian besar drone dan misil telah ditembak jatuh.

“Dunia harus melihat bahwa teror telah hilang,” kata pemimpin Ukraina tersebut, menyerukan lebih banyak bantuan untuk lebih meningkatkan pertahanan negara.

“Tidak ada penghinaan yang lebih besar bagi negara teroris daripada keberhasilan prajurit kami,” imbuh dia pada hari ketika 11 rudal balistik dan jelajah ditembakkan oleh Rusia ke Kyiv ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.

Institute for the Study of War, sebuah lembaga think tank yang berbasis di Washington, DC, mengatakan selama serangan siang hari pada hari Senin, Rusia telah meluncurkan 11 rudal balistik Iskander, 38 drone Shahed, dan 40 rudal jelajah.

Kampanye serangan udara menandakan bahwa Rusia sedang berusaha untuk melemahkan kemampuan Ukraina untuk meluncurkan serangan balasan untuk merebut kembali wilayahnya.

"Tetapi prioritas penargetan Kyiv kemungkinan akan semakin membatasi kemampuan kampanye untuk secara berarti membatasi tindakan kontra-ofensif Ukraina yang potensial,” kata lembaga tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Presiden Korsel Lee...
Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!
Rekomendasi
Soroti Kematian 5 Calon...
Soroti Kematian 5 Calon Manajer Kopdes, Pimpinan Komisi XIII DPR Dorong Komnas HAM Investigasi
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved