Armada Drone yang Dibanggakan Ukraina Hampir Musnah dalam Perang

Senin, 29 Mei 2023 - 22:01 WIB
loading...
Armada Drone yang Dibanggakan...
Drone Bayraktar buatan Turki yang ditembak jatuh di Republik Rakyat Lugansk dipamerkan di ajang Army-2022, Moskow, 18 Agustus 2022. Foto/Sputnik/Evgeny Biyatov
A A A
KIEV - Drone Bayraktar Turki disebut-sebut sebagai senjata ajaib, dengan para pejabat Ukraina mengatakan UAV itu akan memberi mereka keuntungan melawan Rusia.

“Namun, satu tahun kemudian, hanya beberapa unit drone yang tersisa yang digunakan jauh dari medan perang, dan untuk pengintaian saja, bukannya misi penyerangan,” ungkap seorang analis think tank terkait Pentagon kepada Business Insider.

Ukraina membeli lusinan drone Bayraktar TB2 dan menggunakannya untuk menyerang Donbass yang melanggar perjanjian gencatan senjata setidaknya sekali, bahkan sebelum konflik dengan Rusia dimulai Februari lalu.

Kiev juga mengklaim telah menerima drone tambahan dalam jumlah yang tidak ditentukan selama setahun terakhir, terlepas dari netralitas resmi Turki dalam konflik itu.

Pada bulan-bulan pertama konflik, Kiev secara rutin mengklaim telah melakukan serangan yang berhasil menggunakan TB2.

“Tetapi pada Juli, Bayraktar menjadi hampir tidak berguna, dan Kiev mencadangkannya untuk operasi khusus yang langka," ungkap pilot Ukraina kepada Foreign Policy pada saat itu.

“Pasukan Rusia menghancurkan lebih dari 100 drone Bayraktar di Ukraina,” papar Wakil Panglima Angkatan Udara, Letnan Jenderal Andrey Demin, pada April.

Baca juga: Perbandingan Kekuatan Militer Afghanistan dan Iran

“Sampai sekarang, armada Ukraina untuk drone yang dulu berharga, hampir seluruhnya telah ditembak jatuh," tulis Business Insider pada Minggu (28/5/2023).

Laporan itu mengutip seorang ahli dalam sistem militer tak berawak dan robot di Pusat Analisis Angkatan Laut, Samuel Bendett.

“Sebagai UAV yang relatif lambat dan terbang rendah, itu bisa menjadi target untuk berbagai sistem pertahanan udara yang terorganisir dengan baik,” ujar Bendett.

Dia menambahkan, “Setelah militer Rusia bertindak bersama, ia dapat menjatuhkan banyak TB2.”

Bayraktar TB2 adalah drone desain perusahaan Turki Baykar Makina, yang harganya sekitar USD2 juta per unit.

Ankara telah menggembar-gemborkan kehebatan drone itu sejak 2020, ketika dikatakan telah membantu Azerbaijan menang dalam konflik Nagorno-Karabakh 2020.

Pasukan Turki juga telah mengerahkan drone tersebut di Suriah dan Libya. Saat itu kehebatan drone tersebut sangat dikagumi berbagai negara dan mendapat banyak pembeli di penjuru dunia.

Menanggapi penelepon iseng tahun lalu, Kepala Asosiasi Perusahaan Pertahanan Ukraina mengakui, “Ada lebih banyak PR (humas) dan korupsi di Bayraktar daripada penggunaan tempur. Mereka semua ditembak jatuh dalam waktu seminggu."

Awal bulan ini, satu Bayraktar TB2 dihancurkan setelah dilaporkan berkeliaran di ibu kota Ukraina, dengan satu video yang menunjukkan drone itu dijatuhkan oleh roket yang ditembakkan dari bahu.

Sementara akun “intel open source” pro-Ukraina awalnya mengklaim itu adalah Corsair Rusia, militer Ukraina kemudian mengakui mereka terpaksa harus menghancurkan drone mereka sendiri setelah operator gagal mendapatkan kembali kendali atas mesin perang itu.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina ke Depan Halaman Rumah
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
10 Negara Terhebat yang...
10 Negara Terhebat yang Pernah Tercatat dalam Sejarah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved