3 Konsekuensi Buruk bagi Rakyat Turki karena Erdogan Berkuasa 5 Tahun Lagi
Senin, 29 Mei 2023 - 12:24 WIB
loading...
A
A
A
Bank Sentral Turki menjaga ekonomi tetap bertahan dengan mengosongkan cadangannya dalam beberapa bulan terakhir. Bank Sentral telah mengalami defisit neraca berjalan sebesar USD8-10 miliar dolar setiap bulan. Cadangan devisa pun jatuh ke angka negatif untuk pertama kalinya sejak 2002.
Apa konsekuensi buruknya?
"Erdogan harus mencari utang," ujar Ozalp. Erdogan akan menggunakan pinjaman luar negeri berbunga tinggi dan memulai diplomasi negara-negara Muslim yang kaya minyak untuk menarik sebagian dana mereka ke Turki. "Ketidakpastian tentang seberapa sukses kebijakan utang dan kemungkinan keuntungan jangka pendeknya dapat membuat ekonomi Turki jatuh ke dalam resesi," paparnya.
Bagi rakyat Turki, seperti diungkap Ozalph, bahwa itu bisa berarti pengangguran besar-besaran dan pengurangan biaya hidup. Tingkat inflasi telah mencapai tertinggi 24 tahun sebesar 85,5% pada 2022. "Pada 2023, inflasi bisa saja lebih tinggi, karena pemerintah yang kekurangan uang terus mencetak uang digital untuk membayar tenaga kerja birokrasinya yang besar," tutur Ozalp.
3. Masyarakat yang Terbelah
![3 Konsekuensi Buruk bagi Rakyat Turki karena Erdogan Berkuasa 5 Tahun Lagi]()
Foto/Reuters
Mengapa sebagian besar pemilih tetap mendukungnya meskipun krisis ekonomi, dan respons lambat pemerintah terhadap bencana gempa bumi kembar di bulan Februari, yang menewaskan lebih dari 50.000 orang?
"Saya pikir Erdogan adalah politisi terhebat," kata Profesor Soli Ozel, pakar hubungan internasional di Universitas Kadir Has Istanbul. "Erdogan juga memiliki sentuhan umum. Anda tidak dapat menyangkalnya. Dia memancarkan kekuatan. Itu satu hal yang tidak dimiliki oleh pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu," ujarnya.
Apa konsekuensi buruknya?
"Erdogan harus mencari utang," ujar Ozalp. Erdogan akan menggunakan pinjaman luar negeri berbunga tinggi dan memulai diplomasi negara-negara Muslim yang kaya minyak untuk menarik sebagian dana mereka ke Turki. "Ketidakpastian tentang seberapa sukses kebijakan utang dan kemungkinan keuntungan jangka pendeknya dapat membuat ekonomi Turki jatuh ke dalam resesi," paparnya.
Bagi rakyat Turki, seperti diungkap Ozalph, bahwa itu bisa berarti pengangguran besar-besaran dan pengurangan biaya hidup. Tingkat inflasi telah mencapai tertinggi 24 tahun sebesar 85,5% pada 2022. "Pada 2023, inflasi bisa saja lebih tinggi, karena pemerintah yang kekurangan uang terus mencetak uang digital untuk membayar tenaga kerja birokrasinya yang besar," tutur Ozalp.
3. Masyarakat yang Terbelah

Foto/Reuters
Mengapa sebagian besar pemilih tetap mendukungnya meskipun krisis ekonomi, dan respons lambat pemerintah terhadap bencana gempa bumi kembar di bulan Februari, yang menewaskan lebih dari 50.000 orang?
"Saya pikir Erdogan adalah politisi terhebat," kata Profesor Soli Ozel, pakar hubungan internasional di Universitas Kadir Has Istanbul. "Erdogan juga memiliki sentuhan umum. Anda tidak dapat menyangkalnya. Dia memancarkan kekuatan. Itu satu hal yang tidak dimiliki oleh pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu," ujarnya.
(ahm)
Lihat Juga :