Negara NATO Tuduh Ikan Paus Terkenal Ini Mata-mata Rusia

Sabtu, 27 Mei 2023 - 07:41 WIB
loading...
Negara NATO Tuduh Ikan...
Negara NATO menuduh ikan paus beluga yang terkenal ini sebagai mata-mata Rusia. Foto/Jorgen Ree Wiig/Sea Surveillance Service via REUTERS
A A A
OSLO - Norwegia, salah satu negara NATO, menuduh ikan paus beluga yang terkenal dengan julukan Hvaldimir sebagai mata-mata Rusia.

Direktorat Perikanan Norwegia telah memperingatkan pengunjung pantai untuk menghindari kontak dengan mamalia laut tersebut.

Peringatan itu muncul sebagai respons atas perjalanan ikan paus ke daerah padat penduduk, menempatkannya pada risiko cedera atau kematian yang jauh lebih besar.

Paus yang dijuluki Hvaldimir ini menjadi terkenal pada 2019 setelah terlihat mengenakan baju zirah yang dibuat khusus dengan tunggangan untuk kamera. Peralatan itulah yang membuat Norwegia menuduhnya sebagai mata-mata Rusia.

Baca Juga: China Menolak Lupa Kejahatan Biadab NATO Pimpinan AS di Yugoslavia

Saat pertama kali ditemukan, paus itu berenang ke arah perahu dan berusaha secara aktif menarik perhatian manusia dengan menarik tali dari sisi perahu.

Orang-orang menemukannya mengenakan baju ketat yang mungkin digunakan untuk mengikat kamera atau senjata—tidak ada dalam kasus ini. "Property of St. Petersburg" tertulis di baju zirah.

Martin Biuw dari Institute of Marine Research di Norwegia mengatakan pada saat itu Angkatan Laut Rusia, bukan akademi Rusia, yang kemungkinan besar melatih paus sedemikian rupa.

Program pelatihan militer Soviet untuk lumba-lumba beroperasi dari tahun 1980 hingga 1990-an. Namun pada tahun 2017, televisi Rusia menayangkan program yang mengumumkan bahwa Angkatan Laut Rusia sedang melatih paus beluga, anjing laut, dan lumba-lumba hidung botol.

"Sejak 2019, Hvaldimir telah melakukan perjalanan di sepanjang pantai Norwegia," kata Direktorat Perikanan Norwegia, seperti dikutip dari Jerusalem Post, Sabtu (27/5/2023).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, Direktur Perikanan Frank Bakke-Jensen mengatakan bahwa sejauh ini hanya ada insiden kecil di mana paus tersebut menderita luka ringan, terutama akibat kontak dengan perahu. Dia mendesak orang untuk menjauh meskipun paus itu jinak dan terbiasa berada di sekitar orang.

“Kami terutama mendorong orang-orang di kapal untuk menjaga jarak agar paus tidak terluka atau, dalam kasus terburuk, terbunuh oleh lalu lintas kapal,” kata Bakke-Jensen.

Sekarang paus beluga itu berada di daerah yang lebih rentan. Bakke-Jensen mengatakan berbagai tindakan sedang dipertimbangkan untuk melindungi hewan tersebut.

Menurutnya, menempatkannya di penangkaran akan menjadi pilihan terakhir.

"Tapi masih terlalu dini untuk mengatakan sesuatu yang konkret tentang itu," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Putri Pelatih Norwegia...
Putri Pelatih Norwegia Bikin Heboh Piala Dunia 2026
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved