Mengenal Klaster Jing Jin Ji yang Ingin Dibangun China

Jum'at, 26 Mei 2023 - 17:18 WIB
loading...
Mengenal Klaster Jing...
Klaster Jing Jin Ji, klaster industri yang ingin dibangun oleh China. Foto/CGTN
A A A
JAKARTA - Jing Jin Ji merupakan klaster yang rencananya akan dibangun oleh China . Dimana pada wilayah tersebut akan berfokus pada pengembangan produk-produk teknologi tinggi untuk masa depan.

Dilansir dari Reuters, klaster pabrik canggih tersebut rencananya akan dibangun di wilayah Beijing, Tianjin, dan Hebei.

China yang tengah berkembang menjadi negara adidaya memang telah menjadi pesaing Amerika Serikat. Untuk mengungguli pesaing terdekatnya itu, Beijing mulai berpikir untuk mengembangkan terobosan baru.

Pengembangan klaster Jing Jin Ji inilah yang akan jadi salah satu bentuk trobosan baru China. Selama beberapa dekade terakhir, negara ini memang tengah berusaha untuk mengintegrasikan ekonomi kota Beijing, Tianjin dan provinsi Hebei.

Menurut rencana, pengembangan kawasan akan difokuskan pada sektor-sektor seperti sirkuit terpadu, keamanan jaringan, peralatan listrik, serta industri biofarmasi, dengan untuk mengatasi masalah teknologi utama dalam rantai industri.

Wilayah ini juga akan mengembangkan industri kendaraan energi baru, biomedis, energi hidrogen, dan robot, serta penelitian tentang kecerdasan buatan atau AI.

Munculnya klaster Jing Jin Ji ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendapatan di wilayah tersebut, serta menekan tingginya polusi.

Rencana pengembangan wilayah ini sebenarnya telah dicanangkan pada tahun 2017 lalu, ketika Presiden Xi Jinping mengumumkan rencana untuk membangun Kawasan Baru Xiongan sebagai bagian dari kampanye yang digerakkan oleh negara untuk mengintegrasikan ekonomi wilayah Jing Jin Ji dan mengurangi tekanan kemacetan dan polusi di ibu kota Tiongkok.

Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan industri di wilayah yang rencananya akan menjadi Jing Jin Ji ini telah mencapai hasil luar biasa.

Dikutip dari CGTN, Pada akhir tahun 2022, nilai tambah industri di wilayah tersebut mencapai 2.511,44 miliar yuan, 1,5 kali lipat dari tahun 2013, dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,5 persen.

Wilayah ini telah membudidayakan lebih dari 1.100 perusahaan, baik itu usaha kecil atau menengah yang terspesialisasi di sektor ceruk. Hingga menguasai pangsa pasar yang tinggi dan membanggakan kapasitas inovatif yang kuat.

Sebagai bentuk dari realisasi rencana tersebut, beberapa universitas, departemen pemerintah, dan perusahaan industri yang berada di wilayah Beijing telah dipindahkan ke Xiongan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
China Gelar Latihan...
China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan, AS Kirim Jet Tempur F-16 Block 70 Viper
Wanita Ini Manjakan...
Wanita Ini Manjakan Selingkuhannya dengan Barang Mewah, Sementara Suaminya Hidup Hemat
5 Strategi Baru China...
5 Strategi Baru China untuk Invasi Taiwan pada 2027, dari Dermaga yang Bisa Dipindahkan hingga Pemotong Kabel Laut
Kocak! Penerbangan United...
Kocak! Penerbangan United Airlines ke China Putar Balik setelah Pilot Sadar Dia Lupa Bawa Paspor
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Korsel Siaga Tinggi...
Korsel Siaga Tinggi Jelang Putusan Pemakzulan Presiden Yoon, Tempat Wisata dan Jalan Utama Ditutup
Rekomendasi
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
Arus Balik di Cipali-Palikanci...
Arus Balik di Cipali-Palikanci dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
Berita Terkini
Hamas Tak Akan Respons...
Hamas Tak Akan Respons Usulan Balasan Israel untuk Gencatan Senjata di Gaza
3 jam yang lalu
Israel: Perang Bisa...
Israel: Perang Bisa Berhenti Besok jika Hamas Bebaskan Sandera dan Tinggalkan Gaza
5 jam yang lalu
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
6 jam yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
6 jam yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
8 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
8 jam yang lalu
Infografis
3 Ancaman Terbesar Militer...
3 Ancaman Terbesar Militer AS, Paling Utama Adalah China
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved