4 Alasan Mengapa AS Takut dengan Kekuatan Militer China

Jum'at, 26 Mei 2023 - 11:55 WIB
loading...
A A A
2. Prajurit Berlimpah dan Teknologi Militer Canggih.

4 Alasan Mengapa AS Takut dengan Kekuatan Militer China

Foto/Reuters

Dalam Laporan Kekuatan Militer China oleh Pentagon, lebih dari 915.000 tentara tugas aktif di jajarannya. Itu lebih banyak dibandingkan jumlah tentara AS, sekitar 486.000. Mereka juga senjata berteknologi tinggi.

Pada 2019, rudal balistik antarbenua DF-41 bisa menghantam seluruh penjuru dunia. China telah menguji senjata hipersonik. Bahkan, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN) menjadi angkatan laut terbesar di dunia karena kapal selamnya memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal bersenjata nuklir.

Untuk mendukung angkatan laut, China juga memiliki apa yang disebut milisi maritim, yang didanai oleh pemerintah dan dikenal sebagai "pria biru kecil", yang aktif di Laut China Selatan.

“Kekuatan militer China telah ditingkatkan secara signifikan dengan sejumlah besar senjata baru yang ditambahkan ke gudang senjata, terutama di Angkatan Lautnya,” kata Yin. “Di situlah tentara negara menunjukkan beberapa pertumbuhan tercepatnya.”

Angkatan Udara China juga telah tumbuh menjadi yang terbesar di kawasan Asia-Pasifik dan terbesar ketiga di dunia, dengan lebih dari 2.500 pesawat dan sekitar 2.000 pesawat tempur. Mereka memiliki armada jet tempur siluman, termasuk J-20, pesawat perang China yang paling canggih. Itu dikembangkan dan dirancang secara independen untuk bersaing dengan F-22 buatan AS.

Secara global, China juga meningkatkan ekspor senjata ke negara berkembang lainnya dengan tujuan mengembangkan hubungan yang lebih hangat dengan negara sahabat di tengah persaingan regional. Menurut Stockholm International Peace Research Institute, ekspor senjata China sebagian besar dikirim ke Pakistan, Bangladesh, dan Aljazair selama dekade terakhir.

Selama periode waktu yang sama, China juga telah menjadi salah satu pengekspor kendaraan udara tak berawak (UAV) bersenjata terkemuka di dunia, umumnya dikenal sebagai drone, dengan pelanggan termasuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. “Anda melihat banyak UAV diekspor ke Teluk karena Kongres AS melarang banyak negara membelinya dari AS karena masalah hak asasi manusia, dan China segera mengisi celah itu,” kata Yin.

Baca Juga: Perbandingan Kekuatan Militer China vs India, Dua Negara dengan Populasi Terbanyak di Dunia

3. Latihan Perang Terus Menerus
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka di Jakarta hingga Bandung
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved