Arab Saudi dan Mesir Dikabarkan Ingin Beli Senjata China
Jum'at, 26 Mei 2023 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rusia Pertahankan Kontrol atas Senjata Nuklir yang Ditempatkan di Belarusia
Pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 setelah memasuki layanan PLAAF, J-10 adalah jet tempur China pertama yang dirancang secara lokal untuk mendekati kemampuan yang dibangun oleh Rusia dan Barat.
Pesawat ini memiliki radar canggih, sistem kontrol fly-by-wire, kecepatan tertinggi Mach 1,8, dan dapat melakukan misi serangan darat selain tugas pencegat, yang merupakan tujuan utamanya.
Riyadh dilaporkan berusaha memperoleh Sky Saker FX80, kendaraan udara tak berawak (UAV) yang diluncurkan truk; UAV lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) CR500; Cruise Dragon 5 dan 10 amunisi berkeliaran; dan sistem pertahanan udara jarak pendek HQ-17AE, yang diturunkan dari sistem SHORAD Tor-M1 Rusia.
Mesir maupun Arab Saudi adalah salah satu importir senjata utama dunia, dan keduanya semakin mencari Rusia dan China sebagai mitra di berbagai bidang untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Amerika Serikat.
Pertama kali diluncurkan pada tahun 2006 setelah memasuki layanan PLAAF, J-10 adalah jet tempur China pertama yang dirancang secara lokal untuk mendekati kemampuan yang dibangun oleh Rusia dan Barat.
Pesawat ini memiliki radar canggih, sistem kontrol fly-by-wire, kecepatan tertinggi Mach 1,8, dan dapat melakukan misi serangan darat selain tugas pencegat, yang merupakan tujuan utamanya.
Riyadh dilaporkan berusaha memperoleh Sky Saker FX80, kendaraan udara tak berawak (UAV) yang diluncurkan truk; UAV lepas landas dan mendarat vertikal (VTOL) CR500; Cruise Dragon 5 dan 10 amunisi berkeliaran; dan sistem pertahanan udara jarak pendek HQ-17AE, yang diturunkan dari sistem SHORAD Tor-M1 Rusia.
Mesir maupun Arab Saudi adalah salah satu importir senjata utama dunia, dan keduanya semakin mencari Rusia dan China sebagai mitra di berbagai bidang untuk mengurangi ketergantungan mereka pada Amerika Serikat.
Lihat Juga :