Intelijen AS Indikasikan Ukraina Terlibat Upaya Pembunuhan Putin dengan Drone
Kamis, 25 Mei 2023 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
Ini bukan pertama kalinya AS mengamati pejabat Ukraina saling tuding menyusul serangan misterius terhadap sasaran Rusia, seperti pemboman mobil yang menewaskan Darya Dugina dan dugaan pemboman truk terhadap Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Crimea, kata sumber CNN.
AS juga memiliki informasi intelijen bahwa Ukraina telah mempertimbangkan untuk menyerang Rusia sebelumnya. Dokumen rahasia Pentagon yang bocor secara online awal tahun ini mengungkapkan bahwa CIA mendesak kepala intelijen militer Ukraina untuk "menunda" serangan terhadap Rusia pada hari peringatan invasinya ke Ukraina.
Laporan intelijen AS lainnya, yang bersumber dari sinyal intelijen, mengatakan bahwa Zelensky pada akhir Februari menyarankan untuk menyerang lokasi penyebaran Rusia di Oblast Rostov Rusia menggunakan kendaraan udara tak berawak, karena Ukraina tidak memiliki senjata jarak jauh yang mampu menjangkau sejauh itu.
Pejabat AS telah mengatakan secara konsisten bahwa mereka tidak mendorong Ukraina untuk melancarkan serangan lintas batas ke Rusia.
Pada kunjungan ke Washington awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengklaim tidak ada informasi baru tentang siapa yang melakukan serangan itu, tetapi menambahkan bahwa secara umum, Ukraina membela diri.
“Mereka perlu mempertahankan diri dengan cara yang efektif,” kata Cleverly menanggapi pertanyaan dari CNN.
“Mereka adalah pihak yang dirugikan dalam hal ini, kita tidak boleh melupakan itu. Dan untuk mempertahankan diri secara efektif, mereka harus merespons melalui penggunaan kekuatan. Tetapi selalu pastikan bahwa itu bijaksana, proporsional, dan mendukung mereka," tukasnya.
Baca Juga: Rusia Ancam Balas Serangan Drone Ukraina ke Kremlin
AS juga memiliki informasi intelijen bahwa Ukraina telah mempertimbangkan untuk menyerang Rusia sebelumnya. Dokumen rahasia Pentagon yang bocor secara online awal tahun ini mengungkapkan bahwa CIA mendesak kepala intelijen militer Ukraina untuk "menunda" serangan terhadap Rusia pada hari peringatan invasinya ke Ukraina.
Laporan intelijen AS lainnya, yang bersumber dari sinyal intelijen, mengatakan bahwa Zelensky pada akhir Februari menyarankan untuk menyerang lokasi penyebaran Rusia di Oblast Rostov Rusia menggunakan kendaraan udara tak berawak, karena Ukraina tidak memiliki senjata jarak jauh yang mampu menjangkau sejauh itu.
Pejabat AS telah mengatakan secara konsisten bahwa mereka tidak mendorong Ukraina untuk melancarkan serangan lintas batas ke Rusia.
Pada kunjungan ke Washington awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Inggris James Cleverly mengklaim tidak ada informasi baru tentang siapa yang melakukan serangan itu, tetapi menambahkan bahwa secara umum, Ukraina membela diri.
“Mereka perlu mempertahankan diri dengan cara yang efektif,” kata Cleverly menanggapi pertanyaan dari CNN.
“Mereka adalah pihak yang dirugikan dalam hal ini, kita tidak boleh melupakan itu. Dan untuk mempertahankan diri secara efektif, mereka harus merespons melalui penggunaan kekuatan. Tetapi selalu pastikan bahwa itu bijaksana, proporsional, dan mendukung mereka," tukasnya.
Baca Juga: Rusia Ancam Balas Serangan Drone Ukraina ke Kremlin
(ian)
Lihat Juga :