3 Fakta tentang Kandidat Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Charles Q. Brown

Kamis, 25 Mei 2023 - 15:40 WIB
loading...
3 Fakta tentang Kandidat...
Kepala Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jenderal Charles Q. Brown dinominasikan sebagai kandidat Kepala Staf Gabungan. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Presiden Joe Biden menunjuk kepala Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) Jenderal Charles Q. Brown sebagai kandidat Kepala Staf Gabungan. Itu sebagai sikap Biden di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

Brown merupakan mantan pilot pesawat tempur dengan pengalaman di Pasifik. Dia menjadi perwira kulit hitam kedua yang menjadi ketua Kepala Staf Gabungan, setelah Colin Powell dua dekade lalu. Namun, untuk menjadi kepala staf gabungan, Brown harus mendapat konfirmasi dari senat.

Langkah Biden itu mengikuti penunjukan Biden atas Lloyd Austin untuk menjadi menteri pertahanan AS kulit hitam pertama, posisi sipil teratas di Pentagon.

Seorang pejabat senior administrasi Biden mengatakan Biden telah menerima rekomendasi Austin untuk memilih Brown untuk posisi itu, percaya dia memahami tantangan strategis yang dihadapi AS di seluruh dunia.

Berikut 3 fakta tentang Jenderal Charles Q. Brown yang menjadi kandidat kuat kepala staf gabungan militer AS.

Baca Juga: 3 Cara untuk Mengalahkan Dominasi Amerika Serikat

1. Pilot Pesawat Tempur Kulit Hitam

Brown pernah membantu membangun dan memimpin kampanye udara melawan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Dia sangat berpengalaman dalam tantangan yang ditimbulkan oleh China. Dan dia memiliki pemahaman yang kuat tentang perspektif NATO.

Dikenal oleh rekan-rekannya sebagai "CQ", pengalaman Brown termasuk mengawasi operasi udara koalisi melawan ISIS dari pangkalan utama Angkatan Udara di Timur Tengah.

Tetapi pengalamannya sebagai komandan Angkatan Udara AS di Pasifik dari 2018 hingga 2020 yang memberinya petunjuk tentang ketegangan dengan militer China yang menguat dengan cepat. Itu akan menjadi kelebihannya sebagai kepala staf gabungan.

Heather Wilson, yang saat itu menjadi sekretaris Angkatan Udara, memuji gaya kepemimpinan dan pengalaman Brown di Pasifik. "Dia bijaksana, dihormati oleh rekan-rekan dan bawahannya, dan akan memberikan kepemimpinan yang mantap dan nasihat yang baik untuk negara ini," katanya kepada Reuters.

2. Dikenal Introvert

3 Fakta tentang Kandidat Kepala Staf Gabungan Militer AS Jenderal Charles Q. Brown

Foto/Reuters

Brown dikenal seorang introvert yang menggambarkan dirinya sendiri yang kepribadian publiknya sangat kontras dengan Kepala Staf Gabungan sebelumnya, Jenderal Angkatan Darat Mark Milley. Miley dikabarkan sebagai jenderal yang cerewet.

Tahun lalu, berbicara di sebuah forum keamanan, Brown bercanda bahwa istrinya akan bertanya: "Apakah Anda menggunakan semua kata-kata Anda di tempat kerja hari ini?"

Baca Juga: Hadapi Rencana Busuk AS di Ukraina, Rusia Modifikasi SPH

3.Jadi Korban Rasisme

Setelah pembunuhan George Floyd, seorang pria kulit hitam, oleh polisi Minneapolis pada 2020, Brown menceritakan pengalamannya dalam sebuah video emosional yang diunggah secara online.

Brown menceritakan bagaimana, selama karir Angkatan Udaranya, dia seringkali satu-satunya orang Afrika-Amerika di skuadronnya. "Saya sebagai perwira senior, satu-satunya orang Afrika-Amerika di ruangan itu dan mengenakan pakaian terbang yang sama dengan skuadronnya dengan sayap yang disematkan," ujarnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Gempa M6,0 Guncang Pantai...
Gempa M6,0 Guncang Pantai Barat Meksiko
Iran Ingatkan Selat...
Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
Rekomendasi
Terjebak antara Cinta...
Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Alasan Calon Manajer...
Alasan Calon Manajer Kopdes Ikuti Latsarmil, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama
Riri Riza Soroti Vonis...
Riri Riza Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Singgung Dissenting Opinion Hakim
Berita Terkini
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved