AL Sri Lanka Temukan 14 Jenazah di Kapal Nelayan China yang Terbalik

Rabu, 24 Mei 2023 - 22:50 WIB
loading...
AL Sri Lanka Temukan...
AL Sri Lanka Temukan 14 Jenazah di Kapal Nelayan China yang Terbalik. FOTO/Sri Lanka Navy
A A A
KOLOMBO - Angkatan Laut Sri Lanka telah menemukan 14 mayat di dalam kapal penangkap ikan China yang terbalik pekan lalu. Kapal nahas itu diketahui berlayar dengan 39 awak di dalamnya.

Penemuan itu terjadi sehari setelah penyelidikan awal oleh Kementerian Transportasi China menyimpulkan bahwa semua penumpang telah meninggal.

Baca juga: 17 WNI Jadi Korban Kapal Ikan China Terbalik di Samudera Hindia, Kemlu: 7 Jenazah Sudah Ditemukan

Kapal Lu Peng Yuan Yu 028 terbalik pada 16 Mei, dengan 17 warga China, 17 warga Indonesia dan 5 warga orang Filipina di dalam wilayah pencarian dan penyelamatan Australia yang luas, 5.000 km sebelah barat Perth.

Angkatan Laut Sri Lanka mengatakan, bahwa penyelam mereka telah menemukan dua mayat dan melihat 12 mayat lainnya pada Selasa (23/5/2023). AL Sri Lanka juga merilis foto yang menunjukkan lambung merah kapal yang terbalik dan mayat yang ditarik keluar dari air.

"Karena pembusukan dan potensi bahaya kesehatan yang ditimbulkan dengan beroperasi di perairan yang terkontaminasi dengan alat pelindung terbatas, diputuskan bahwa mengambil mayat-mayat itu akan sangat berbahaya," kata Angkatan Laut Sri Lanka, seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/5/2023).

Dilaporkan pula bahwa lokasi 12 mayat di dalam kapal telah dipetakan dan diserahkan kepada pihak berwenang China. Kebangsaan mayat yang ditemukan tidak segera diketahui.

Baca juga: Cerita Pilu Ayah ABK asal Majalengka tentang Anaknya Jadi Korban Tenggelamnya KM Lu Peng Yuan Yu

Australia telah mengirim tiga pesawat dan empat kapal untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan internasional.

“Tim penyelamat telah menjelajahi area seluas sekitar 64.000 km persegi, dan tidak menemukan tanda-tanda korban selamat," sebut pernyataan Kementerian Transportasi China.

Suar marabahaya kapal penangkap ikan pertama kali terdeteksi minggu lalu saat Topan Fabian membawa gelombang setinggi 7m dan angin sekuat 120km/jam melalui area tersebut.

Cuaca buruk menahan upaya penyelamatan, dengan Pusat Koordinasi Penyelamatan Gabungan (JRCC) di Canberra memperingatkan kondisi bertahan hidup yang "menantang".

Baca juga: Bawa 19 Penumpang, Kapal Mati Mesin di Tengah Laut

Kapal itu dimiliki oleh Perusahaan Perikanan Penglai Jinglu, salah satu perusahaan perikanan besar milik negara China. Kapal itu diizinkan untuk menangkap cumi-cumi terbang neon dan saury Pasifik, menurut Komisi Perikanan Pasifik Utara.

Kapal itu meninggalkan Cape Town di Afrika Selatan pada 5 Mei menuju Busan di Korea Selatan, menurut situs pelacakan Lalu Lintas Laut, yang terakhir menemukan kapal itu pada 10 Mei di tenggara Reunion, sebuah pulau kecil Prancis di Samudera Hindia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved