Waduh, Ribuan Komponen Jet Tempur F-35 Senilai Rp1,2 T Hilang!
Rabu, 24 Mei 2023 - 13:54 WIB
loading...
Ribuan komponen jet tempur F-35 yang dilaporkan hilang. Foto/Ilustrasi
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tidak dapat menjelaskan ribuan suku cadang jet tempur F-35 Lightning II, sistem senjata termahal dalam sejarah negara itu, yang hilang.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS melaporkan suku cadang yang hilang termasuk barang-barang seperti baut, ban, dan roda pendaratan, bernilai sekitar USD85 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.
Sejak 2018, Pentagon telah meninjau keadaan sekitar hanya 2% dari kehilangan suku cadang yang teridentifikasi.
Baca Juga: AS Tolak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Thailand, Ini Alasannya
“Tanpa Departemen Pertahanan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa suku cadang ini dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan kontrak, Kantor Program Gabungan (JPO) F-35 tidak akan dapat memperoleh atau mempertahankan akuntabilitas atas suku cadang ini dan tidak akan memiliki data, seperti lokasi, biaya, dan jumlah, yang diperlukan untuk pelaporan keuangan atau untuk memastikan bahwa kepentingan pemerintah dilindungi,” kata GAO seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (24/5/2023).
Suku cadang itu disimpan di seluruh dunia untuk digunakan pada jet tempur F-35 oleh militer AS dan negara-negara sekutu yang telah membeli pesawat tersebut. Karena JPO F-35 Pentagon tidak memiliki proses untuk melacak kerugian, Lockheed Martin belum melaporkan lebih dari 900.000 suku cadang tambahan senilai lebih dari USD66 juta untuk ditinjau, kata GAO.
Laporan GAO menyalahkan hilangnya suku cadang sebagian karena kegagalan Pentagon untuk mengawasi komponen yang dimiliki oleh Pentagon dan dikelola oleh kontraktor. Pejabat Pentagon dan kontraktor belum mencapai kesepakatan mengenai apakah suku cadang tersebut harus dikategorikan sebagai barang milik pemerintah, yang menghambat pemrosesan inventaris yang hilang.
Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) AS melaporkan suku cadang yang hilang termasuk barang-barang seperti baut, ban, dan roda pendaratan, bernilai sekitar USD85 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.
Sejak 2018, Pentagon telah meninjau keadaan sekitar hanya 2% dari kehilangan suku cadang yang teridentifikasi.
Baca Juga: AS Tolak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Thailand, Ini Alasannya
“Tanpa Departemen Pertahanan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa suku cadang ini dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan kontrak, Kantor Program Gabungan (JPO) F-35 tidak akan dapat memperoleh atau mempertahankan akuntabilitas atas suku cadang ini dan tidak akan memiliki data, seperti lokasi, biaya, dan jumlah, yang diperlukan untuk pelaporan keuangan atau untuk memastikan bahwa kepentingan pemerintah dilindungi,” kata GAO seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (24/5/2023).
Suku cadang itu disimpan di seluruh dunia untuk digunakan pada jet tempur F-35 oleh militer AS dan negara-negara sekutu yang telah membeli pesawat tersebut. Karena JPO F-35 Pentagon tidak memiliki proses untuk melacak kerugian, Lockheed Martin belum melaporkan lebih dari 900.000 suku cadang tambahan senilai lebih dari USD66 juta untuk ditinjau, kata GAO.
Laporan GAO menyalahkan hilangnya suku cadang sebagian karena kegagalan Pentagon untuk mengawasi komponen yang dimiliki oleh Pentagon dan dikelola oleh kontraktor. Pejabat Pentagon dan kontraktor belum mencapai kesepakatan mengenai apakah suku cadang tersebut harus dikategorikan sebagai barang milik pemerintah, yang menghambat pemrosesan inventaris yang hilang.
Lihat Juga :