Sejak 1970, Lebih dari 500.000 Tewas Akibat Cuaca Ekstrem di Bangladesh
Rabu, 24 Mei 2023 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Laporan itu menyebutkan cuaca ekstrem, iklim, dan peristiwa terkait air menyebabkan 11.778 bencana yang dilaporkan antara tahun 1970 dan 2021, dengan lebih dari 2 juta kematian dan kerugian ekonomi sebesar USD4,3 triliun.
Menurut laporan tersebut, lebih dari 90 persen kematian yang dilaporkan di seluruh dunia terjadi di negara berkembang.
“Masyarakat yang paling rentan sayangnya menanggung beban cuaca, iklim, dan bahaya terkait air,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.
“Dulu, baik Myanmar maupun Bangladesh menderita korban tewas puluhan bahkan ratusan ribu orang. Berkat peringatan dini dan penanggulangan bencana, angka kematian bencana ini sekarang untungnya menjadi sejarah. Peringatan dini menyelamatkan nyawa,” imbuh Taalas.
Baca Juga: Suhu di Singapura Melonjak Hingga 37 Derajat, Samai Rekor Sepanjang Masa
Menurut laporan tersebut, lebih dari 90 persen kematian yang dilaporkan di seluruh dunia terjadi di negara berkembang.
“Masyarakat yang paling rentan sayangnya menanggung beban cuaca, iklim, dan bahaya terkait air,” kata Sekretaris Jenderal WMO Petteri Taalas.
“Dulu, baik Myanmar maupun Bangladesh menderita korban tewas puluhan bahkan ratusan ribu orang. Berkat peringatan dini dan penanggulangan bencana, angka kematian bencana ini sekarang untungnya menjadi sejarah. Peringatan dini menyelamatkan nyawa,” imbuh Taalas.
Baca Juga: Suhu di Singapura Melonjak Hingga 37 Derajat, Samai Rekor Sepanjang Masa
Lihat Juga :