4 Negara yang Lebih Kuat dari Penjajahnya, Salah Satunya Superpower

Senin, 22 Mei 2023 - 12:52 WIB
loading...
4 Negara yang Lebih...
Amerika Serikat menjadi negara superpower, meskipun pernah menjadi bekas koloni Inggris. Foto/Reuters
A A A
WASHINGTON - Sejarah selalu berputar dan memiliki siklusnya sendiri. Negara yang dulunya dijajah, kini bisa menjadi lebih kuat dan lebih besar dibandingkan dengan penjajahnya.

Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah dan sumber daya manusia yang mumpuni, negara bekas jajahan bisa berkembang menjadi kekuatan besar. Ditambah dengan dukungan teknologi, suatu juga bisa melesat dengan cepat mengungguli rivalnya.

Itu juga sebagai bukti bahwa sejarah masa lalu tidak bisa menjadi patokan untuk kesuksesan suatu negara. Wilayah bekas jajahan atau koloni bisa berkembang dengan cepat ketika memiliki kemauan dan kemampuan.

Berikut 4 negara di dunia yang kini lebih kuat dibandingkan penjajahnya.

Baca Juga: 5 Fakta Fentanyl yang Menjadi Narkotika Paling Mematikan di AS

1. Amerika Serikat

4 Negara yang Lebih Kuat dari Penjajahnya, Salah Satunya Superpower

Foto/Reuters

Amerika Serikat (AS) menjadi negara terkuat di dunia, terutama dalam bidang militer dan perekonomian. AS mampu mengalahkan bekas penjajahnya, yakni Inggris.

Global Fire Power menempatkan AS sebagai negara terkuat secara militer dengan memiliki 1,3 juta tentara aktif. AS juga memiliki 1.914 pesawat dan 5.584 helikopter yang siap dikirim dalam peperangan.

Dalam bidang ekonomi, AS juga menjadi pemimpin sejak 1900. Selain itu, AS juga terdepan dalam pengembangan teknologi dan inovasi dalam berbagai bidang, seperti kecerdasan buatan, komputer, farmasi, antariksa, hingga peralatan militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved