Kepala Keamanan Rusia: Awan Radioaktif Mengancam Eropa Barat

Sabtu, 20 Mei 2023 - 01:01 WIB
loading...
Kepala Keamanan Rusia:...
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Penghancuran cangkang uranium yang habis (depleted) di Ukraina telah menghasilkan awan radioaktif yang telah ditiup ke Eropa Barat, menurut Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev.

Inggris telah memasok amunisi jenis ini ke Ukraina untuk ditembakkan dari tank Challenger buatan Inggris.

Pejabat senior itu mengungkapkan ancaman yang diklaim selama pertemuan pemerintah pada Jumat (19/5/2023), di mana dia menuduh AS memanipulasi sekutunya untuk memberikan "bantuan" kepada negara lain yang mengakibatkan kerugian yang ditimbulkan kepada penerimanya.

“Mereka 'membantu' Ukraina dengan cara ini juga, memberikan tekanan pada satelitnya untuk memasok amunisi uranium yang habis. Kehancuran mereka mengakibatkan awan radioaktif bergerak menuju Eropa Barat. Mereka telah mendeteksi peningkatan radiasi di Polandia,” ujar Patrushev.

Laporan yang belum dikonfirmasi telah beredar di Ukraina mengenai target serangan Rusia Sabtu lalu, yang menurut Moskow menghancurkan depot amunisi di kota Khmelnitsky.

Baca juga: Rusia Tembakkan 30 Rudal Jelajah, Ukraina: Kami Berhasil Tembak Jatuh 29

Menurut klaim, fasilitas militer itu digunakan untuk menyimpan cangkang uranium habis yang disediakan Inggris.

Telah dikemukakan bahwa bahan tersebut mungkin telah berubah menjadi debu akibat ledakan dahsyat di depot tersebut.

Rusia sebelumnya memperingatkan penggunaan amunisi depleted uranium menimbulkan ancaman lingkungan dan kesehatan masyarakat jangka panjang, berdasarkan studi di negara-negara seperti Serbia dan Irak, di mana senjata itu sebelumnya digunakan. London telah menyangkal risiko seperti itu.

Meskipun bersifat radioaktif ringan, depleted uranium terutama dianggap sebagai risiko kesehatan karena bahannya adalah logam berat yang beracun.

Partikel uranium atau uranium oksida yang dihasilkan dalam ledakan dapat terhirup oleh siapa saja yang terpapar, atau mencemari lingkungan.

Pihak berwenang Polandia membantah klaim lonjakan radiasi terdeteksi di timur kota Lublin pada Senin.

Spekulasi tentang ledakan di Khmelnitsky dipicu laporan penyebaran patroli militer Ukraina yang diduga mengumpulkan sampel di dalam dan sekitar kota.

Satu pembangkit listrik tenaga nuklir terletak di dekatnya, tetapi laporan menyatakan patroli yang biasanya memantau situasi di sekitar fasilitas terlihat jauh dari rute biasanya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
10 Kapolda Lulusan Akpol...
10 Kapolda Lulusan Akpol 1994, Teman Satu Angkatan Kepala BNN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved