Pasukan Rusia Dilaporkan Mundur di Dekat Bakhmut

Kamis, 18 Mei 2023 - 22:40 WIB
loading...
Pasukan Rusia Dilaporkan...
Ukraina dan kelompok tentara bayaran Wagner melaporkan pasukan Rusia mundur di dekat Bakhmut. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
KIEV - Militer Ukraina dan tentara swasta Wagner sama-sama melaporkan pasukan Rusia mundur lebih jauh di pinggiran Bakhmut pada Kamis (18/5/2023).Laporan ini muncul saat Ukraina terus merangsek maju dengan kemajuan terbesarnya selama enam bulan jelang serangan balik yang telah direncanakan.

Pasukan Ukraina di dekat garis depan mengatakan Rusia membombardir jalan akses untuk memperlambat serangan Ukraina, yang telah mengubah momentum setelah berbulan-bulan kemajuan lambat Rusia dalam pertempuran darat paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

“Sekarang, sebagian besar, saat kami mulai maju, mereka menembaki semua rute ke posisi depan, sehingga kendaraan lapis baja kami tidak dapat mengirimkan lebih banyak infanteri, amunisi, dan hal-hal lain,” kata Petro Podaru, komandan pasukan unit artileri Ukraina, seperti dikutip dari Reuters.

Militer Ukraina, yang sejauh ini berhati-hati dalam melaporkan perolehan di daerah itu, mengatakan pasukan telah maju lebih dari satu mil di beberapa tempat. Pasukannya telah bertahan selama setengah tahun, melewati serangan besar-besaran Moskow pada musim dingin dan musim semi yang hanya menghasilkan keuntungan yang lambat.

"Terlepas dari kenyataan bahwa unit kami tidak memiliki keunggulan dalam peralatan ... dan personel, mereka terus bergerak maju di sayap, dan menempuh jarak 150 hingga 1.700 meter," kata juru bicara militer Ukraina, Serhiy Cherevatyi, dalam sebuah komentar yang disiarkan televisi.

Kemenangan Ukraina disertai dengan perpecahan publik yang semakin dalam di dalam pasukan Rusia antara Wagner, yang memimpin kampanye Bakhmut, dan militer reguler Rusia.

Reruntuhan Bakhmut yang hancur, digambarkan oleh kedua belah pihak sebagai "penggiling daging", akan menjadi satu-satunya hadiah Moskow untuk serangan besar-besaran musim dinginnya yang gagal di tempat lain di garis depan.

Kiev mengatakan telah meluncurkan kemajuan lokal di sekitar Bakhmut sebagai awal dari serangan balasan besar-besaran yang akan datang yang diharapkan akan membalikkan keadaan melawan invasi Rusia yang telah berlangsung selama 15 bulan.

Bos Wagner Yevgeny Prigozhin mengatakan pasukannya di dalam Bakhmut sendiri masih bergerak maju, hampir mendorong pasukan Ukraina keluar dari pijakan terakhir mereka di area yang dibangun di pinggiran barat kota.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Bus Penuh Penumpang...
Bus Penuh Penumpang Ngebut Masuk Jurang, 40 Orang Tewas
Rekomendasi
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
Tol Prambanan-Purwomartani...
Tol Prambanan-Purwomartani Siap Beroperasi Mudik Lebaran 2027
Kapolri Lantik Kakorlantas...
Kapolri Lantik Kakorlantas Baru dan 6 Kapolda, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved