7 Rudal Storm Shadow yang Dipasok Inggris Ditembak Jatuh Rusia

Selasa, 16 Mei 2023 - 22:01 WIB
loading...
7 Rudal Storm Shadow...
Rudal Storm Shadow disiapkan untuk dimuat ke pesawat Tornado GR4 Angkatan Udara Kerajaan Inggris di Teluk. Foto/Cpl Mark Bailey/RAF/REUTERS
A A A
MOSKOW - Beberapa rudal jelajah Storm Shadow yang baru-baru ini dipasok ke Ukraina oleh Inggris, telah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Rusia selama 24 jam terakhir.

Kabar tersebut diungkap Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Selasa (16/5/2023).

“Tujuh rudal jelajah jarak jauh Storm Shadow, tiga rudal anti-radar HARM dan tujuh peluru peluncur roket HIMARS berhasil dicegat,” papar juru bicara Kemhan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov, dalam pengarahan pada Selasa. Dia tidak mengatakan di mana penembakan itu terjadi.

Menurut Konashenkov, 22 drone Ukraina juga dihancurkan di wilayah baru Rusia: Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk, serta Wilayah Zaporozhye dan Kherson.

Juru bicara itu mengatakan serangan rudal skala besar semalam oleh Rusia terhadap formasi militer Ukraina, perangkat keras, dan gudang amunisi dan peralatan yang telah disediakan oleh Barat telah mencapai tujuannya. “Semua target yang dituju tercapai,” papar dia.

“Di antara target itu adalah sistem rudal Patriot yang dipasok AS, yang dihancurkan di ibu kota Kiev oleh rudal hipersonik Kinzhal,” ungkap Konashenkov.

Baca juga: Rusia Kerahkan Versi Mini dari MLRS Grad, Lihat Aksinya Hancurkan Benteng Ukraina!

Rusia pertama kali mengumumkan jatuhnya Storm Shadow pada Senin, mengatakan salah satu rudal tersebut telah dicegat.

Pihak berwenang di Lugansk sebelumnya mengatakan, selama beberapa hari terakhir, amunisi Inggris telah digunakan dalam beberapa serangan Ukraina di kota tersebut, di mana bangunan tempat tinggal rusak.

Inggris mengkonfirmasi pengiriman rudal jelajah yang diluncurkan dari udara Storm Shadow ke Ukraina pekan lalu.

CNN sebelumnya melaporkan Kiev telah menerima amunisi jarak jauh sebelum pengumuman resmi.

Dengan jangkauan hingga 300 km, Storm Shadow menjadi senjata jarak jauh yang dipasok ke Kiev oleh pendukung Barat hingga saat ini.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengklaim rudal tersebut akan memungkinkan “Ukraina untuk memukul mundur pasukan Rusia yang berbasis di dalam wilayah kedaulatan Ukraina.”

Moskow mengatakan keputusan memberikan rudal Storm Shadow ke Ukraina adalah "langkah yang sangat tidak bersahabat" di pihak Inggris, yang mengungkapkan "tingkat keterlibatan" negara itu yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam konflik tersebut.
Langkah itu akan mengarah pada "eskalasi serius" di Ukraina, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan.

Kemhan Rusia menambahkan Moskow "berhak mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk menetralisir ancaman" yang ditimbulkan oleh senjata baru tersebut.

Selama lebih dari satu tahun pertempuran, pejabat Rusia sering menunjukkan pengiriman senjata yang lebih canggih ke Ukraina oleh AS, Inggris, dan sekutu mereka dapat melewati “garis merah”.

Menurut Moskow, pasokan senjata dan amunisi, serta pembagian intelijen dan pelatihan yang diberikan kepada pasukan Kiev, telah membuat negara-negara Barat menjadi pihak de facto dalam konflik tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
Bawa Archie dan Lilibet...
Bawa Archie dan Lilibet ke Inggris, Pangeran Harry Berharap Bisa Bertemu Raja Charles
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Berita Terkini
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved