Hari Ini Thailand Gelar Pemilu, Putri Thaksin Diunggulkan
Minggu, 14 Mei 2023 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
"Saya pikir setelah delapan tahun rakyat menginginkan politik yang lebih baik, solusi yang lebih baik bagi negara daripada sekadar kudeta," kata Paetongtarn kepada BBC dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Pesaing lainnya adalah partai Move Forward, yang dipimpin oleh Pita Limjaroenrat, mantan eksekutif teknologi berusia 42 tahun,yang juga naik pesat dalam jajak pendapat. Kandidatnya yang muda, progresif, dan ambisius telah mengkampanyekan pesan sederhana namun kuat: Thailand perlu berubah.
"Dan perubahan itu benar-benar bukan tentang melakukan kudeta lagi. Karena itu adalah perubahan ke belakang. Ini tentang mereformasi militer, monarki, untuk masa depan yang demokratis, dengan kinerja ekonomi yang lebih baik," kata Thitinan Pongsudhirak, dari Institute of Security and International Studies di Universitas Chulalongkorn seperti dilansir dari BBC.
Sementara itu, calon petahana, Prayuth (69) malah tertinggal dalam jajak pendapat. Dia merebut kekuasaan dari pemerintahan saudara perempuan Thaksin, Yingluck Shinawatra, pada 2014, setelah berbulan-bulan kekacauan.
Thailand mengadakan pemilu pada 2019, tetapi hasilnya menunjukkan tidak ada partai yang memenangkan kursi mayoritas. Dan berminggu-minggu kemudian, sebuah partai pro-militer membentuk pemerintah serta menunjuk Prayuth sebagai kandidat perdana menteri dalam proses yang menurut pihak oposisi tidak adil.
Baca Juga: Thailand Memanas Jelang Pemilu, Jenderal Narongpan Janji Tak Lakukan Kudeta
Tahun berikutnya keputusan pengadilan yang kontroversial membubarkan Future Forward, iterasi sebelumnya dari Move Forward, yang tampil kuat dalam pemilihan berkat dukungan penuh semangat dari para pemilih muda. Keputusan itu memicu protes massal yang berlangsung selama 6 bulan yang menyerukan reformasi militer dan monarki.
Pesaing lainnya adalah partai Move Forward, yang dipimpin oleh Pita Limjaroenrat, mantan eksekutif teknologi berusia 42 tahun,yang juga naik pesat dalam jajak pendapat. Kandidatnya yang muda, progresif, dan ambisius telah mengkampanyekan pesan sederhana namun kuat: Thailand perlu berubah.
"Dan perubahan itu benar-benar bukan tentang melakukan kudeta lagi. Karena itu adalah perubahan ke belakang. Ini tentang mereformasi militer, monarki, untuk masa depan yang demokratis, dengan kinerja ekonomi yang lebih baik," kata Thitinan Pongsudhirak, dari Institute of Security and International Studies di Universitas Chulalongkorn seperti dilansir dari BBC.
Sementara itu, calon petahana, Prayuth (69) malah tertinggal dalam jajak pendapat. Dia merebut kekuasaan dari pemerintahan saudara perempuan Thaksin, Yingluck Shinawatra, pada 2014, setelah berbulan-bulan kekacauan.
Thailand mengadakan pemilu pada 2019, tetapi hasilnya menunjukkan tidak ada partai yang memenangkan kursi mayoritas. Dan berminggu-minggu kemudian, sebuah partai pro-militer membentuk pemerintah serta menunjuk Prayuth sebagai kandidat perdana menteri dalam proses yang menurut pihak oposisi tidak adil.
Baca Juga: Thailand Memanas Jelang Pemilu, Jenderal Narongpan Janji Tak Lakukan Kudeta
Tahun berikutnya keputusan pengadilan yang kontroversial membubarkan Future Forward, iterasi sebelumnya dari Move Forward, yang tampil kuat dalam pemilihan berkat dukungan penuh semangat dari para pemilih muda. Keputusan itu memicu protes massal yang berlangsung selama 6 bulan yang menyerukan reformasi militer dan monarki.
Lihat Juga :