Rusia Coba Hancurkan Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina dengan Misil Hipersonik

Sabtu, 13 Mei 2023 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Tetapi emisi radar yang diperlukan untuk menemukan ancaman dari kejauhan juga memungkinkan musuh untuk mendeteksi baterai Patriot dan mengetahui lokasinya.

Tidak seperti beberapa sistem pertahanan udara jarak pendek yang disediakan ke Ukraina yang bergerak dan lebih sulit untuk ditargetkan, baterai sistem Patriot yang besar adalah sistem stasioner, memungkinkan Rusia membidik lokasi dari waktu ke waktu.

Menurut para pejabat AS, ada cara untuk menyamarkan sinyal-sinyal itu sampai batas tertentu, tetapi militer Rusia ternyata mampu mengetahui lokasi kasar sistem Patriot yang ditempatkan di luar Kiev.

Baca Juga: Ahli Ragukan Klaim Ukraina Tembak Jatuh Rudal Hipersonik Rusia

Intersepsi terhadap rudal hipersonik Rusia terjadi pada malam 4 Mei. Demikian diumumkan Mykola Oleshchuk, komandan Angkatan Udara Ukraina, akhir pekan lalu.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya mengatakan bahwa sistem rudal Patriot pasti akan menjadi target yang sah bagi pasukan Rusia.

Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengonfirmasi awal pekan ini bahwa Ukraina telah menggunakan sistem Patriot untuk mencegat rudal Kinzhal, yang dapat mencapai kecepatan hipersonik.

Ukraina telah menerima setidaknya dua sistem Patriot, satu dari Amerika Serikat dan satu dari Jerman, untuk meningkatkan pertahanan udaranya, yang sebelumnya tidak mampu mencegat rudal Rusia yang lebih modern seperti Kinzhal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved