Rusia Coba Hancurkan Sistem Rudal Patriot AS di Ukraina dengan Misil Hipersonik

Sabtu, 13 Mei 2023 - 15:29 WIB
loading...
A A A
Ketika AS pertama kali mengumumkan akan mengirim sistem rudal Patriot ke Ukraina, jadwal pengiriman adalah berbulan-bulan, mengingat kompleksitas sistem dan kebutuhan untuk melatih lusinan tentara Ukraina tentang cara mengoperasikan baterai sistem, yang memiliki banyak komponen.

Tetapi Ukraina sudah berpengalaman dalam penggunaan sistem pertahanan udara, memungkinkan AS untuk memadatkan program pelatihan standar sekitar satu tahun menjadi beberapa bulan.

Pemeriksaan terakhir sistem Patriot berlangsung pada pertengahan April, di mana pelatih AS, Jerman, dan Belanda bergabung dengan anggota layanan Ukraina untuk pemeriksaan terakhir sistem sebelum dikirim ke Ukraina segera setelah itu.

Pakar militer Moskow dan sumber di Kementerian Pertahanan Rusia telah menolak klaim Ukraina menembak jatuh rudal hipersonik Kinzhal dengan sistem rudal Patriot buatan AS.

Salah satu pakar militer Moskow, Alexey Leonkov, mengatakan tidak mungkin menembak jatuh rudal hipersonik Kinzhal dengan sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) Patriot MIM-104.

Dia menjelaskan bahwa radar SAM tidak dapat melacak Kinzhal karena batas kecepatan target yang dicegat mencapai Mach3. “Ketika mereka (Ukraina) menggunakan rudal Patriot langsung, mereka tidak dapat mengidentifikasi apa pun yang mampu terbang lebih cepat (dari Mach3). Dalam kasus rudal Patriot terbang mengejar Kinzhal, pencegat harus terbang setidaknya 1,5 kali lebih cepat dari rudal hipersonik Rusia,” katanya.

"Patriot tidak pernah bekerja dengan jenis target seperti Kh-47, oleh karena itu terlalu dini untuk bergembira,” ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Viral! Sekuriti Apartemen...
Viral! Sekuriti Apartemen Temukan Emas Ratusan Juta di Tempat Sampah, Kembalikan ke Pemilik
Rekomendasi
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Berita Terkini
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved