4 Fakta tentang Captagon, Salah Satunya Obat Takut Mati bagi Para Milisi

Jum'at, 12 Mei 2023 - 19:27 WIB
loading...
A A A
Inggris menyatakan, 80% produksi Captagon berasal dari Suriah dan itu menjadi sumber keuangan bagi rezim Assad. Nilai perdagangan Captagon mencapai tiga kali lipat dibandingkan kartel narkoba Meksiko. Inggris menyatakan bahwa Suriah didukung Hezbollah dan Iran ingin menciptakan krisis kecanduan Captagon.

Baca Juga: Irak Sita 3 Juta Pil Captagon di Perbatasan Suriah

4. Obat untuk Tak Takut Mati

4 Fakta tentang Captagon, Salah Satunya Obat Takut Mati bagi Para Milisi

Foto/Reuters

The Washington Post menyebut Captagon sebagai pil kecil yang menyebabkan perang di Suriah dan menyebabkan para milisi menjadi tentara super. Captagon sebenarnya tak bisa membuat manusia menjadi Hulk, tetapi itu bisa mampu memperkuat kemampuan seseorang melakukan hal buruk.

Para milisi ISIS dan Suriah menggunakan obat tersebut ketika berperang. Itu diyakini bisa mengurangi rasa takut mati.

Namun, Hamilton Marris, peneliti kimia yang Captagon, mengungkapkan obat itu bukan amfetamin yang luar biasa. "Cuma laporan media yang membesar-besarkan saja dan menjadi terkenal di banyak tempat," katanya dilansir Vox.

Morris mengaku tak habis pikir kenapa Captagon bisa menjadi obat yang mampu meningkatkan kebrutalan para milisi Suriah dan ISIS. Namun, obat yang mengandung amfetamin dulu digunakan tentara Nazi saat berperang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Perdana! Selandia Baru...
Perdana! Selandia Baru Konfirmasi Kasus Pertama Flu Burung H5N1
Rekomendasi
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Wakaf, BWI Dorong Sertifikasi Nazir secara Masif
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Berita Terkini
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
Infografis
4 Fakta AS Melemahkan...
4 Fakta AS Melemahkan NATO, Salah Satunya Mesra dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved