Warga Rusia yang Jadi Tentara Cadangan Diperintahkan Ikut Pelatihan Militer

Jum'at, 12 Mei 2023 - 03:30 WIB
loading...
Warga Rusia yang Jadi...
Warga Rusia yang Jadi Tentara Cadangan Diperintahkan Ikut Pelatihan Militer. FOTO/TASS
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani keputusan tentang pelatihan militer warga negara Rusia sebagai cadangan pada tahun 2023. Dokumen tersebut dipublikasikan di situs informasi hukum resmi pada Rabu (10/5/2023).

"Panggil warga Rusia sebagai cadangan untuk pelatihan militer di Angkatan Bersenjata Rusia, pasukan Garda Nasional Rusia, badan keamanan negara, dan badan Layanan Keamanan Federal (FSB) pada tahun 2023," bunyi dokumen itu, seperti dikutip dari TASS.

Baca juga: Sebut Zelensky Menipu, Bos Wagner: Serangan Balik Ukraina Telah Dimulai

Pemerintah Rusia dan badan eksekutif ditugaskan untuk mengimplementasikan acara yang terkait dengan panggilan dan pelatihan itu sendiri. Keputusan tersebut mulai berlaku sejak hari penerbitan.

Pelatihan militer cadangan adalah acara yang direncanakan untuk meningkatkan kemampuan militer cadangan dan berlangsung setiap tahun. Keputusan panggilan sedang ditandatangani oleh Presiden Federasi Rusia.

Berdasarkan keputusan presiden, departemen mobilisasi Kementerian Pertahanan menyiapkan arahan yang sesuai untuk stasiun wajib militer daerah. Hanya setelah proses ini selesai, cadangan akan mulai menerima pemberitahuan panggilan.

Di medan perang Ukraina, bos kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin, pada Selasa (9/5/2023) menuduh unit militer Rusia melarikan diri dari posisi dekat Bakhmut di Ukraina. Ia juga mengatakan negara tidak mampu mempertahankan wilayahnya.

Baca juga: Jelang Serangan Balik Ukraina, Jurnalis Ekspos Fasilitas Militer Rusia di Crimea

Prigozhin, yang pengaruhnya meningkat pesat dalam serangan Moskow ke Ukraina, dalam beberapa hari terakhir merilis serangkaian video pedas yang menyerang kepemimpinan militer Rusia.

"Hari ini salah satu unit Kementerian Pertahanan melarikan diri dari salah satu sayap kami mengekspos bagian depan," kata Prigozhin dalam sebuah video, seperti dikutip dari AFP.

Prigozhin mengancam akan menarik pejuangnya keluar dari Bakhmut pada 10 Mei jika dia tidak menerima amunisi yang sangat dibutuhkan. Kelompok tentara bayaran itu telah mempelopori perjuangan Moskow untuk kota Ukraina timur.

Prigozhin mengatakan tentara melarikan diri karena "kebodohan" komandan tentara Rusia, yang katanya memberikan "perintah kriminal". “Tentara tidak boleh mati karena kebodohan kepemimpinan mereka,” kata Prigozhin.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
2 Gempa Dahsyat M7,2...
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Rekomendasi
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved