Ini Alasan Ukraina Belum Lancarkan Serangan Balik

Kamis, 11 Mei 2023 - 15:37 WIB
loading...
Ini Alasan Ukraina Belum...
Ukraina masih membutuhkan waktu untuk melancarkan serangan balik karena masih menunggu bantuan yang dijanjikan Barat. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Ukraina membutuhkan lebih banyak waktu untuk melancarkan serangan balik yang telah diantisipasi oleh Rusia . Itu dikarenakan Ukraina masih menunggu kiriman bantuan militer yang dijanjikan oleh Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Serangan yang diharapkan bisa menentukan dalam perang, menggambar ulang garis depan yang, selama berbulan-bulan, tetap tidak berubah. Ini juga akan menjadi ujian penting bagi Ukraina, yang ingin membuktikan bahwa senjata dan peralatan yang diterimanya dari Barat dapat menghasilkan keuntungan medan perang yang signifikan.

Berbicara di markas besarnya di Kiev, Zelensky menggambarkan brigade tempur, beberapa di antaranya dilatih oleh negara-negara NATO, telah siap. Meski begitu, tentara Ukraina masih membutuhkan beberapa hal, termasuk kendaraan lapis baja yang tiba secara berkelompok.

"Dengan (apa yang sudah kita miliki) kita bisa maju, dan, menurut saya, sukses," katanya dalam sebuah wawancara untuk stasiun televisi yang tergabung dalam Eurovision News, seperti BBC.

"Tapi kami akan kehilangan banyak orang. Saya pikir itu tidak bisa diterima. Jadi kami harus menunggu. Kami masih membutuhkan lebih banyak waktu," imbuhnya seperti dilansir dari kantor berita berbasis di Inggris itu, Kamis (11/5/2023).

Kapan dan di mana serangan Ukraina, yang didukung oleh senjata dan peralatan yang dipasok Barat, akan terjadi masih sebuah rahasia. Sementara itu, pasukan Rusia telah membentengi pertahanan mereka di sepanjang garis depan yang membentang sejauh 1.450 km dari wilayah timur Luhansk dan Donetsk, hingga Zaporizhzhia serta Kherson di selatan.

Dalam beberapa minggu terakhir, pihak berwenang Ukraina mencoba menurunkan harapan akan adanya terobosan, baik secara publik maupun pribadi.

Seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan para pemimpin negara itu memahami bahwa mereka harus berhasil tetapi serangan itu tidak boleh dilihat sebagai "peluru perak" dalam perang yang sekarang hampir memasuki bulan ke-15.

Baca Juga: Ukraina: Pasukan Rusia Kabur dari Bakhmut Tinggalkan 500 Mayat Tentara
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Parah! Penjaga Daycare...
Parah! Penjaga Daycare Ini Masukkan Anak yang Rewel ke Dalam Mesin Cuci
Rekomendasi
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Profil Irjen Pol Ruddi...
Profil Irjen Pol Ruddi Setiawan, Lulusan Akpol 1996 yang Kini Menjadi Kapolda Aceh
Jadi Semifinalis Indonesia...
Jadi Semifinalis Indonesia International Open (IIO) 2026, Irsal Nasution Petik Pengalaman Berharga
Berita Terkini
Militer China Mempromosikan...
Militer China Mempromosikan 2 Jenderal Baru setelah Banyak yang Dipecat karena Korupsi
Badai Ganas Ancam Gagalkan...
Badai Ganas Ancam Gagalkan Pidato Trump di Hari Kemerdekaan AS, Ribuan Orang Berhamburan Kabur
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Ayat Al-Quran tentang...
Ayat Al-Qur'an tentang Perang Badar dalam Seremoni Pemakaman Khamenei, Pujian atau Ejekan untuk Arab Saudi?
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved