Arab Saudi Hukum Mati 3 Warga Penentang Proyek Kota Membelah Gurun Mohammed bin Salman
Kamis, 11 Mei 2023 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga telah mulai membina hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Putra Mahkota adalah Ketua dewan direksi megaproyek NEOM, dan dia secara pribadi merilis desain The Line pada Juli tahun lalu.
“Kami berkomitmen untuk revolusi peradaban yang mengutamakan manusia berdasarkan perubahan radikal dalam perencanaan kota,” katanya.
“Komunitas kota yang berlapis secara vertikal akan menantang kota datar dan horizontal tradisional dan menciptakan model untuk pelestarian alam dan meningkatkan kemampuan hidup manusia," ujarnya.
“The Line ini akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia dalam kehidupan perkotaan saat ini dan akan menyinari cara-cara alternatif untuk hidup," imbuh Pangeran Mohammed.
Itu semua adalah bagian dari strategi pemasaran untuk megastruktur yang menekankan keberlanjutan, kemewahan, dan inovasi di bawah “undang-undang progresif” baru.
Tetapi proyek yang berani itu telah menuai kritik luas.
Strukturnya akan mencakup 26.500 kilometer persegi—meskipun memiliki tapak fisik seluas 34 km persegi. Ini termasuk bandara internasional baru, kereta api berkecepatan tinggi dan infrastruktur pendukung lainnya.
Ketakutan telah muncul tentang dampak dari tembok berkilauan yang sangat besar terhadap satwa liar setempat, aliran pasir, dan persediaan air. Kompensasi yang dijanjikan untuk penggusuran paksa telah menjadi kontroversial atau bahkan tidak ada.
Kelompok-kelompok HAM melaporkan setidaknya 150 orang telah ditangkap karena menentang keinginan Pangeran Mohammed bin Salman.
“Kerajaan Saudi menghukum berat warga yang berani mengungkapkan kritik publik terhadap pemerintah,” kata Business & Human Rights Resource Centre.
Putra Mahkota adalah Ketua dewan direksi megaproyek NEOM, dan dia secara pribadi merilis desain The Line pada Juli tahun lalu.
“Kami berkomitmen untuk revolusi peradaban yang mengutamakan manusia berdasarkan perubahan radikal dalam perencanaan kota,” katanya.
“Komunitas kota yang berlapis secara vertikal akan menantang kota datar dan horizontal tradisional dan menciptakan model untuk pelestarian alam dan meningkatkan kemampuan hidup manusia," ujarnya.
“The Line ini akan mengatasi tantangan yang dihadapi umat manusia dalam kehidupan perkotaan saat ini dan akan menyinari cara-cara alternatif untuk hidup," imbuh Pangeran Mohammed.
Itu semua adalah bagian dari strategi pemasaran untuk megastruktur yang menekankan keberlanjutan, kemewahan, dan inovasi di bawah “undang-undang progresif” baru.
Tetapi proyek yang berani itu telah menuai kritik luas.
Strukturnya akan mencakup 26.500 kilometer persegi—meskipun memiliki tapak fisik seluas 34 km persegi. Ini termasuk bandara internasional baru, kereta api berkecepatan tinggi dan infrastruktur pendukung lainnya.
Ketakutan telah muncul tentang dampak dari tembok berkilauan yang sangat besar terhadap satwa liar setempat, aliran pasir, dan persediaan air. Kompensasi yang dijanjikan untuk penggusuran paksa telah menjadi kontroversial atau bahkan tidak ada.
Kelompok-kelompok HAM melaporkan setidaknya 150 orang telah ditangkap karena menentang keinginan Pangeran Mohammed bin Salman.
“Kerajaan Saudi menghukum berat warga yang berani mengungkapkan kritik publik terhadap pemerintah,” kata Business & Human Rights Resource Centre.
Lihat Juga :