Berikut Perjalanan Politik Raja Charles III, Putra Mahkota Inggris Terlama

Rabu, 10 Mei 2023 - 13:56 WIB
loading...
Berikut Perjalanan Politik...
Raja Charles III sedang bersiap memberikan pidato. FOTO/Reuters
A A A
LONDON - Perjalanan politik untuk menjadi Raja Inggris bagi Charles tidaklah mudah. Dia harus menunggu dalam waktu yang lama untuk menjadi raja.

Selama beberapa dekade, Charles harus menghabiskan waktu tersebut dengan berbagai agenda kerajaan dan misi pribadinya. Dia dikenal memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan dan memiliki lembaga amal.

"Charles memiliki cara pandangan yang modern," kata Peter Mandelson, politikus Inggris, dilansir Politico. "Charles bisa menggunakan suaranya saat berkuasa, meskipun dia kerap berhati-hati," tuturnya.

Berikut perjalanan politik Raja Charles III.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Jari Sosis seperti yang Dialami Raja Charles III dan Cara Mengobatinya

1. Pilot Angkatan Laut

Saat masih berstatus sebagai pangeran, Charles pernah mengikuti latihan sebagai pilot di Angkatan Udara dan Angkatan Laut Inggris. Dia menjalani pelatihan sebagai pilot pesawat Chipmunk. Dia pun berkarier sebagai perwira di Angkatan Laut Inggris pada 1971-1974.

Bahkan Richard Mallory Allnutt pemimpin redaksi War Birds News, menyebut, Charles sebagai seorang Raja Pilot. "Banyak pilot menyadari bahwa Raja Inggris adalah seorang pilot," ungkapnya.

2. Putra Mahkota Terlama

Charles dinobatkan menjadi putra mahkota pada 26 Juli 1958. Raja Charles harus menunggu selama lebih dari beberapa dekade untuk berkuasa. Dia menjadi Raja Inggris karena merupakan anak pertama dari Ratu Elizabeth II. Hingga pada usia yang sudah tua, 73 tahun, dia mendapatkan takhta dari ibunya.

Pakar sejarah kerajaan Inggris Peter Stead mengungkapkan, Charles mengalami frustasi. "Saya pikir Charles seharusnya memberikan pencerahan dibandingkan menjadi anggota keluarga kerajaan yang eksentrik," katanya dilansir BBC.

3. Putra Mahkota Hijau

Julukan itu melekat pada Charles karena dia memiliki reputasi yang baik dalam isu lingkungan. Dia juga dikenal sebagai anggota keluarga kerajaan yang suka berkebun dan bertani. Bahkan, dia pernah memulai peternakan organik di salah satu ladangnya yakni Highgrove Gardens. Pada 2007, dia mendirikan Prince's Rainforest Project untuk meningkatkan kesadaran tentang penggundulan hutan.

"Charles telah memainkan peran penting dalam beberapa dekade lalu tentang isu global, terutama perubahan iklim dan keragaman hayati," kata Tim Wainwright, CEO WaterAid, lembaga amal milik Charles. Bahkan, politikus Amerika serikat Al Gore mengucapkan terima kasih kepada Charles kepemimpinan dan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan.

4. Kerap Mewakili Ibunya

Berikut Perjalanan Politik Raja Charles III, Putra Mahkota Inggris Terlama

Foto/Reuters

Saat menjadi putra mahkota, Charles menjalankan tanggung jawab untuk mewakili ibunya, Ratu Elizabeth II, ketika diundang dalam berbagai forum di luar negeri. Pada 2013, dia pernah mewakili ibunya untuk pertama kali pada pertemuan Commonwealth Heads of Government. Pada 2002, dia juga mewakili ibunya untuk menyampaikan Pidato Pembukaan Parlemen karena Ratu Elizabeth sedang sakit.

5. Naik Takhta karena Ibunya Meninggal

Charles naik takhta setelah ibunya, Ratu Elizabeth II meninggal pada 8 September 2022. Dia berpidato kepada publik pertama kali menjadi raja sehari setelahnya. Saat itu, dia juga mengumumkan bahwa William sebagai putra mahkota dan bergelar Prince of Wales.

6. Penobatan Raja Charles III Paling Sederhana

Berikut Perjalanan Politik Raja Charles III, Putra Mahkota Inggris Terlama

Foto/Reuters

Upacara penobatan Charles menjadi raja Inggris berlangsung pada 6 Mei 2023. Penobatan Charles juga lebih bersifat multikultural dan berusaha tidak memunculkan kesan kemewahan. Penobatan tersebut dianggap sebagai upacara yang singkat dan tidak memakan banyak biaya. The Sun memprediksi, biaya penobatan Charles diperkirakan mencapai USD125 juta atau Rp1,8 triliun.

7. Bertugas Mempertahankan Keutuhan Inggris Raya

Tugas berat Raja Charles adalah mempertahankan keutuhan Inggris. Hal itu dikarenakan gerakan anti-kerajaan semakin menguat di Inggris. Dalam pandangan Calum Cunningham, kandidator dari Universitas Stirling, dan Jeremy Filet, pakar komunikasi dari Universitas Metropolitan Manchester, Charles III merupakan raja dari kerajaan yang terpecah. Kenapa? "Isu nasionalisme Skotlandia dan seruan referendum memisahkan diri dari Inggris yang menguat setelah kematian Ratu Elizabeth II," kata mereka dilansir The Conversation. Raja Charles III memiliki tugas berat untuk mempertahankan kedaulatan Inggris.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Diumumkan Mulai Besok,...
Diumumkan Mulai Besok, Ini Link Pengumuman Hasil SMUP Unpad 2026
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Berita Terkini
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Infografis
Putra Mahkota Arab Saudi:...
Putra Mahkota Arab Saudi: Israel Lakukan Genosida ke Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved