Eks PM Pakistan Imran Khan Ditangkap, Partainya Serukan Protes Seluruh Negeri

Selasa, 09 Mei 2023 - 22:35 WIB
loading...
Eks PM Pakistan Imran...
Pasukan keamanan Pakistan, atas perintah Biro Akuntabilitas Nasional, menangkap mantan Perdana Menteri Imran Khan di Islamabad dan membawanya dengan mobil, Selasa (9/5/2023). Foto/REUTERS.
A A A
ISLAMABAD - Biro Akuntabilitas Nasional (NAB), pengawas anti-korupsi Pakistan , menangkap mantan Perdana Menteri (PM) Imran Khan di Pengadilan Tinggi Islamabad pada Selasa (9/5/2023).

Sebagai respons, partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) pimpinan Imran Khan menyerukan protes seluruh negeri.

Imran Khan hadir di pengadilan tersebut untuk kasus yang berbeda. Penangkapannya terjadi dalam langkah dramatis yang mengancam gejolak baru di negara bersenjata nuklir tersebut.

Rekaman video penangkapan menunjukkan sejumlah personel keamanan dengan perlengkapan anti-huru hara membawa Imran Khan pergi.

Baca Juga: Eks PM Pakistan Imran Khan Ditangkap saat Hadir di Pengadilan

“Rakyat Pakistan, inilah saatnya untuk menyelamatkan negara Anda. Anda tidak akan mendapatkan kesempatan lain,” tulis PTI di Twitter saat mengobarkan protes besar.

Penangkapan itu dilakukan pada saat warga biasa Pakistan terhuyung-huyung akibat krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dasawarsa, dengan rekor inflasi tinggi.

Paket dana talangan Dana Moneter Internasional (IMF) telah tertunda selama berbulan-bulan meskipun cadangan devisa hampir tidak cukup untuk menutupi impor sebulan.

Menteri Dalam Negeri Rana Sanaullah mengatakan kepada wartawan bahwa Imran Khan ditangkap oleh NAB setelah dia tidak muncul dalam pemanggilan pemeriksaan meskipun ada pemberitahuan.

NAB telah mengeluarkan surat perintah penangkapan Khan pada 1 Mei, menurut surat perintah yang dilihat oleh Reuters. "Khan dituduh melakukan pelanggaran korupsi dan praktik korupsi," kata NAB.

Kasus korupsi Imran Khan adalah satu dari lebih dari 100 kasus yang diajukan terhadapnya sejak dia digulingkan dari kekuasaan melalui mosi tidak percaya Parlemen pada April tahun lalu. Dia telah menjalani empat dari masa jabatan lima tahunnya.

Dalam sebagian besar kasus, Imran Khan menghadapi larangan memegang jabatan publik jika terbukti bersalah, di mana pemilu nasional dijadwalkan pada November.

Upaya sebelumnya untuk menangkap Imran Khan dari rumahnya di Lahore mengakibatkan bentrokan sengit antara pendukungnya dan aparat penegak hukum.

Pertikaian politik biasa terjadi di Pakistan, di mana belum ada perdana menteri yang memenuhi masa jabatan penuh dan di mana militer telah memerintah hampir setengah dari sejarah negara itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Presiden Ini Rela Potong...
Presiden Ini Rela Potong Gaji 50% usai Dituntut Lengser oleh Rakyat
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
AS Ancam Serang Infrastruktur...
AS Ancam Serang Infrastruktur Iran, Presiden Pezeshkian: Mereka Putus Asa!
Rekomendasi
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Pramono Buka Jakarta...
Pramono Buka Jakarta Fair Kemayoran 2026, Transaksi UMKM Ditarget Capai Rp8 Triliun
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Iran Serukan Hukuman...
Iran Serukan Hukuman Mati untuk PM Benjamin Netanyahu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved