Heboh, Lukisan Yesus Dikelilingi Gay Budak Sadomasokis Dipajang di Parlemen Eropa
Senin, 08 Mei 2023 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Pameran seni tersebut dipromosikan oleh Anggota Parlemen Uni Eropa dari Swedia Malin Björk, anggota Partai Kiri negara tersebut.
"Seni tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kita telah berkembang dalam 25 tahun terakhir terkait hak-hak LGBT," katanya selama peresmian pameran seni, seperti diberitakan Evangelical Focus.
Karya seni tersebut sebelumnya telah ditolak untuk ditampilkan di Parlemen Uni Eropa pada awal tahun 2000-an.
Karya seni tersebut mendapat kecaman dari beberapa anggota Parlemen Uni Eropa asal Italia, Spanyol, dan Polandia, yang menggambarkan karya tersebut sebagai penistaan.
"Itu melambangkan Yesus yang dikelilingi oleh para rasul yang berpakaian seperti budak sadomasokis," kata Anggota Parlemen Uni Eropa asal Italia Maria Veronica Rossi, seperti dilansir Times of London, Senin (8/5/2023).
"Adalah sah untuk mengatasi semua jenis masalah dalam pengaturan kelembagaan, tetapi mengeksploitasi agama adalah kurangnya rasa hormat yang tidak dapat ditoleransi bagi jutaan umat beriman di seluruh Eropa," lanjut Rossi dalam kesempatan terpisah kepada Italy24.
"Selain wawasan budaya, ini muncul sebagai provokasi serampangan: Mengapa tersinggung dan kurang hormat?"
"Seni tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kita telah berkembang dalam 25 tahun terakhir terkait hak-hak LGBT," katanya selama peresmian pameran seni, seperti diberitakan Evangelical Focus.
Karya seni tersebut sebelumnya telah ditolak untuk ditampilkan di Parlemen Uni Eropa pada awal tahun 2000-an.
Karya seni tersebut mendapat kecaman dari beberapa anggota Parlemen Uni Eropa asal Italia, Spanyol, dan Polandia, yang menggambarkan karya tersebut sebagai penistaan.
"Itu melambangkan Yesus yang dikelilingi oleh para rasul yang berpakaian seperti budak sadomasokis," kata Anggota Parlemen Uni Eropa asal Italia Maria Veronica Rossi, seperti dilansir Times of London, Senin (8/5/2023).
"Adalah sah untuk mengatasi semua jenis masalah dalam pengaturan kelembagaan, tetapi mengeksploitasi agama adalah kurangnya rasa hormat yang tidak dapat ditoleransi bagi jutaan umat beriman di seluruh Eropa," lanjut Rossi dalam kesempatan terpisah kepada Italy24.
"Selain wawasan budaya, ini muncul sebagai provokasi serampangan: Mengapa tersinggung dan kurang hormat?"
Lihat Juga :