Provinsi Kanada Umumkan Keadaan Darurat Akibat Kebakaran Hutan, 24.000 Orang Dievakuasi

Minggu, 07 Mei 2023 - 10:58 WIB
loading...
Provinsi Kanada Umumkan...
Provinsi Kanada umumkan keadaan darurat akibat kebakaran hutan. Foto/Channel News Asia
A A A
TORONTO - Provinsi Alberta di Kanada mengumumkan keadaan darurat setelah puluhan ribu warganya terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu dikatakan Perdana Menteri Danielle Smith, kepala Partai Konservatif Bersatu yang berkuasa (UCP) pada konferensi pers.

Di antara wilayah yang dievakuasi adalah Distrik Brazeau, termasuk 7.000 orang yang tinggal di Lembah Drayton, 140 km sebelah barat Ibu Kota provinsi Edmonton.

Seluruh 3.600 orang di Fox Lake juga termasuk di antara para pengungsi, di mana kebakaran Fox Lake seluas 1.458 hektar menghabiskan 20 rumah dan kantor polisi.

"Saya tidak tahu apakah saya pernah melihat banyak komunitas dievakuasi sekaligus di musim kebakaran," kata Smith.

Sepanjang tahun ini, kata Smith, ada 43.000 hektar yang terbakar akibat kebakaran hutan.

Dia mengatakan USD 1,12 miliar disisihkan sebagai kontinjensi karena mereka tahu jumlah yang signifikan dapat dibelanjakan untuk manajemen darurat.

Baca Juga: Cuaca Panas Sulut Kebakaran Hutan, 13.000 Warga Kanada Dievakuasi

Pemilih di Alberta akan pergi ke tempat pemungutan suara pada 29 Mei untuk memilih pemerintahan baru. Smith mengatakan orang harus berharap hari pemilihan akan berjalan sesuai rencana.

Pada hari Sabtu pukul 17:00 waktu setempat, lebih dari 24.000 warga Alberta telah dievakuasi dari rumah mereka, dengan 110 kebakaran hutan aktif di seluruh provinsi, dan 36 diantaranya di luar kendali.

"Ini adalah hari yang sangat menantang bagi petugas pemadam kebakaran di sini," kata Christie Tucker, manajer unit informasi untuk Alberta Wildfire.

"Kami berjuang melawan angin yang sangat kencang, cuaca panas, dan angin itu menghasilkan aktivitas api yang ekstrem," imbuhnya seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (7/5/2023).

Dia menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran tambahan telah tiba dari Quebec dan Ontario.

"Sebagian besar Alberta telah mengalami musim semi yang panas dan kering dan dengan begitu banyak kayu bakar, yang diperlukan hanyalah beberapa percikan api untuk memicu kebakaran hutan yang benar-benar menakutkan," kata Smith pada konferensi pers pada hari sebelumnya.

Baca Juga: Banyak Kasus Diskriminasi, Rusia Sarankan Warganya Tidak Berkunjung ke Kanada

"Kondisi ini mengakibatkan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dihadapi provinsi kami saat ini," imbuhnya.

"Sangat tidak biasa bagi kami untuk melihat aktivitas kebakaran sebanyak ini di awal musim," kata Tucker sebelumnya pada hari Sabtu.

Whitecap Resources, produsen minyak yang beroperasi di Alberta barat laut dan tengah, mengatakan sibuk memastikan para pekerja mereka aman melalui proses evakuasi dan aset tidak terpengaruh.

"(Kami) memantau dengan cermat dan berdoa untuk hujan," kata Grant Fagerheim, CEO Whitecap, pada hari Sabtu.

Pembina Pipeline Corp, yang menjalankan jaringan pipa pengumpul minyak di wilayah tersebut, pada hari Jumat mengatakan telah mengaktifkan proses tanggap darurat dan manajemen insiden dan mengevaluasi setiap dampak operasional saat ini atau yang diantisipasi.

Pembina tidak menanggapi permintaan pembaruan informasi pada hari Sabtu.

Baca Juga: Maling Kargo Bandara di Kanada Ini Gasak Emas Rp221 Miliar
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
Gagal 3 Kali, Keiko...
Gagal 3 Kali, Keiko Fujimori Akhirnya Menang Pilpres Peru
Menang atas Ekuador...
Menang atas Ekuador di Piala Dunia, Suporter Meksiko Ricuh Tewaskan 4 Orang
Rekomendasi
Liburan Mewah Tetap...
Liburan Mewah Tetap Bisa Hemat: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
1 Abad Kelahiran Rahmi...
1 Abad Kelahiran Rahmi Hatta Momen Refleksi Nilai Keteladanan bagi Generasi Muda
Menhut Raja Juli Bakal...
Menhut Raja Juli Bakal Kooperatif soal Pengusutan Kasus Bupati Kuansing
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Dilanda Kebakaran Hebat,...
Dilanda Kebakaran Hebat, Israel Umumkan Keadaan Darurat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved