Ukraina Klaim Rusia Tarik Mundur Kapal Perang dari Crimea, Takut Jadi Sasaran Rudal
Sabtu, 06 Mei 2023 - 13:14 WIB
loading...
Ukraina klaim Rusia tarik kapal perang dari Crimea karena takut jadi sasaran rudal serangan balasan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
KIEV - Rusia telah memindahkan sebagian besar kapal perang Armada Laut Hitamnya dari pangkalan utamanya di Crimea ke perairan yang lebih aman di wilayah Rusia. Hal itu diungkapkan seorang pejabat senior intelijen militer Ukraina.
Wakil kepala intelijen militer Ukraina, Mayor Jenderal Vadym Skibitsky, para pertengahan minggu ini mengatakan dalam wawancara dengan saluran TV Kyiv bahwa Kremlin telah memutuskan untuk merelokasi kapal karena takut akan serangan rudal.
Menurut terjemahan komentar Skibitsky oleh outlet online Ukrainska Pravda, Komando Tinggi Angkatan Laut Rusia telah menugaskan kembali sebagian besar kapal Armada Laut Hitam dari Sevastopol kembali ke kota Novorossiysk Rusia.
Baca Juga: Bos Wagner Rusia Umumkan Penarikan Tentara Bayaran dari Bakhmut
"Kami melihat bahwa Rusia takut. Pangkalan di Sevastopol dan fasilitas militer lainnya sekarang dijaga ketat; penjajah melengkapi posisi untuk melindungi dari serangan terhadap infrastruktur ini," kata Skibitsky, menurut Ukrainska Pravda seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (6/5/2023).
Wakil kepala intelijen militer Ukraina, Mayor Jenderal Vadym Skibitsky, para pertengahan minggu ini mengatakan dalam wawancara dengan saluran TV Kyiv bahwa Kremlin telah memutuskan untuk merelokasi kapal karena takut akan serangan rudal.
Menurut terjemahan komentar Skibitsky oleh outlet online Ukrainska Pravda, Komando Tinggi Angkatan Laut Rusia telah menugaskan kembali sebagian besar kapal Armada Laut Hitam dari Sevastopol kembali ke kota Novorossiysk Rusia.
Baca Juga: Bos Wagner Rusia Umumkan Penarikan Tentara Bayaran dari Bakhmut
"Kami melihat bahwa Rusia takut. Pangkalan di Sevastopol dan fasilitas militer lainnya sekarang dijaga ketat; penjajah melengkapi posisi untuk melindungi dari serangan terhadap infrastruktur ini," kata Skibitsky, menurut Ukrainska Pravda seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (6/5/2023).
Lihat Juga :