Presiden Marcos: 4 Pangkalan Baru AS di Filipina Tidak untuk Serang Siapapun

Jum'at, 05 Mei 2023 - 22:01 WIB
loading...
Presiden Marcos: 4 Pangkalan...
Pasukan marinir Filipina mengikuti latihan penyerangan dengan tentara AS selama latihan di pangkalan Angkatan Laut Filipina San Antonio, Zambales, 9 Oktober 2015. Foto/REUTERS/Erik De Castro
A A A
MANILA - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan dia meyakinkan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang bahwa empat pangkalan baru Amerika Serikat (AS) yang akan dibangun di Filipina tidak akan digunakan untuk menyerang siapa pun.

“Bulan lalu, Filipina memberikan empat pangkalan baru kepada Amerika Serikat. Saya meyakinkan menteri luar negeri China bahwa ini tidak dimaksudkan sebagai lokasi militer untuk menyerang siapa pun,” tegas Marcos dalam wawancara podcast di Pusat Kajian Strategis dan Internasional (CSIS) pada Kamis (4/5/2023).

"Amerika Serikat tidak pernah mengemukakan kemungkinan situs-situs ini akan digunakan untuk menyerang siapa pun. Itu bukan tujuan dari situs-situs ini dan ini bukan cara mereka akan digunakan," papar Marcos pada Kamis dalam komentarnya di CSIS.

Menurut dia, Filipina dan Amerika Serikat telah sepakat meningkatkan latihan militer bersama mereka di wilayah tersebut dengan tujuan meningkatkan ketangkasan dan tanggapan cepat terhadap ancaman yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan kedua negara.

Marcos juga mengatakan Amerika Serikat belum meminta Filipina menyediakan pasukan militer jika terjadi perang AS-China atas Taiwan.

Baca juga: Bos Wagner Rusia Umumkan Penarikan Tentara Bayaran dari Bakhmut

Ketika Marcos ditanya apakah pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah meminta pasukan militer Filipina disediakan jika terjadi konflik AS dengan China mengenai status Taiwan, dia menjawab, "Tidak."

Filipina dan China juga "perlahan beringsut" menuju resolusi ketidaksepakatan mereka tentang negara mana yang harus menikmati kontrol dan kedaulatan atas ladang minyak dan gas di Laut China Selatan, menurut Marcos.

“Filipina dan Amerika Serikat telah sepakat meningkatkan latihan militer bersama mereka di wilayah tersebut dengan tujuan meningkatkan ketangkasan dan tanggapan cepat terhadap ancaman yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara China dan kedua negara,” papar presiden Filipina.

Di bawah pemerintahan Biden, hubungan AS-Filipina mengalami penguatan baru ketika negara kepulauan itu menjauh dari sikap strategi luar negeri independen pendahulunya.

Faktanya, kemitraan baru melihat pemerintahan Marcos setuju pada Februari untuk mendirikan empat pangkalan yang akan menampung awak pasukan Amerika yang bergilir tanpa batas waktu.

Marcos mengatakan pada Senin bahwa pemerintah Filipina menentang setiap provokasi militer di wilayah tersebut dan tidak akan membiarkan dirinya diubah menjadi pos persiapan untuk kampanye militer negara mana pun.

Laporan sebelumnya merinci lokasi pangkalan potensial termasuk situs di provinsi Cagayan, Isabela, dan Palawan, utara negara itu.

Berita tentang perkembangan itu terdengar mengkhawatirkan di seluruh kawasan karena Filipina, China, Vietnam, Malaysia, Taiwan, dan Brunei tetap menemui jalan buntu terkait sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Jalur air yang kaya sumber daya berfungsi sebagai jalur utama untuk perdagangan global dan melihat lebih dari USD3 triliun perdagangan transit di wilayah yang diperebutkan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Merger Enam BPR Dapat...
Merger Enam BPR Dapat Restu OJK, Lintas 5 Provinsi di Sumatera
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Bursa Saham RI Diguncang...
Bursa Saham RI Diguncang MSCI, OJK Garansi Pasar Modal RI Tak Akan Turun Kasta
Berita Terkini
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved