Kehidupan Pemimpin Jihad Islam Khader Adnan: Penangkapan, Mogok Makan, dan Protes
Rabu, 03 Mei 2023 - 00:45 WIB
loading...
Seorang pemimpin kelompok Jihad Islam Palestina, Khader Adnan, meninggal setelah melakukan mogok makan selama 86 hari di penjara Israel. Foto/Al Jazeera
A
A
A
JAKARTA - Pejabat penjara Israel mengatakan tahanan Palestina Khader Adnan,salah satu pemimpinkelompok Jihad Islam Palestina, telah meninggal di penjara Israel setelah hampir tiga bulan melakukan mogok makan.
Al Jazeera melaporkan pihak keluarga sebelumnya telah memperingatkan, setelah 80 hari tidak makan, bahwa hidup Adnan dalam bahaya.
Pengacara Adnan mengatakan kondisi Adnan semakin memburuk dan mereka telah meminta otoritas Israel untuk merawatnya.
Kantor berita AFP melaporkan seorang petugas medis dari kelompok Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel, yang telah mengunjungi ayah sembilan anak di penjara minggu ini, memperingatkan bahwa dia menghadapi kematian yang akan segera terjadi sambil menyerukan agar dia segera dipindahkan ke rumah sakit.
Baca Juga: Mogok Makan 86 Hari, Pemimpin Jihad Islam Tewas di Penjara Israel
Layanan Penjara Israel mengatakan Adnan menolak untuk menjalani tes medis serta menerima perawatan medis dan ditemukan tidak sadarkan diri di selnya.
Adnan (45) memulai aksi mogok makan tak lama setelah ditangkap pada 5 Februari.
Selama bertahun-tahun, dia telah berulang kali ditangkap oleh Israel dan menjadi simbol ketabahan dalam menghadapi pendudukan Israel ketika dia mulai melakukan mogok makan yang lama lebih dari satu dekade yang lalu.
Adnan ditangkap 12 kali dan menghabiskan sekitar delapan tahun di penjara Israel, sebagian besar di bawah apa yang disebut aturan penahanan administratif. Aturan ini memberikan Israel kekuasaan untuk menahan warga Palestina dengan "bukti rahasia" untuk interval enam bulan yang dapat diperbarui tanpa pengadilan atau dakwaan.
Baca Juga: 67 Hari Mogok Makan, Tahanan Palestina Sekarat di Penjara Israel
Berikut adalah sejumlah peristiwa besar dalam hidup Adnan seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/5/2023):
Al Jazeera melaporkan pihak keluarga sebelumnya telah memperingatkan, setelah 80 hari tidak makan, bahwa hidup Adnan dalam bahaya.
Pengacara Adnan mengatakan kondisi Adnan semakin memburuk dan mereka telah meminta otoritas Israel untuk merawatnya.
Kantor berita AFP melaporkan seorang petugas medis dari kelompok Dokter untuk Hak Asasi Manusia Israel, yang telah mengunjungi ayah sembilan anak di penjara minggu ini, memperingatkan bahwa dia menghadapi kematian yang akan segera terjadi sambil menyerukan agar dia segera dipindahkan ke rumah sakit.
Baca Juga: Mogok Makan 86 Hari, Pemimpin Jihad Islam Tewas di Penjara Israel
Layanan Penjara Israel mengatakan Adnan menolak untuk menjalani tes medis serta menerima perawatan medis dan ditemukan tidak sadarkan diri di selnya.
Adnan (45) memulai aksi mogok makan tak lama setelah ditangkap pada 5 Februari.
Selama bertahun-tahun, dia telah berulang kali ditangkap oleh Israel dan menjadi simbol ketabahan dalam menghadapi pendudukan Israel ketika dia mulai melakukan mogok makan yang lama lebih dari satu dekade yang lalu.
Adnan ditangkap 12 kali dan menghabiskan sekitar delapan tahun di penjara Israel, sebagian besar di bawah apa yang disebut aturan penahanan administratif. Aturan ini memberikan Israel kekuasaan untuk menahan warga Palestina dengan "bukti rahasia" untuk interval enam bulan yang dapat diperbarui tanpa pengadilan atau dakwaan.
Baca Juga: 67 Hari Mogok Makan, Tahanan Palestina Sekarat di Penjara Israel
Berikut adalah sejumlah peristiwa besar dalam hidup Adnan seperti dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/5/2023):
1999
Israel menangkap Adnan untuk pertama kalinya pada Maret 1999 dan menahannya dalam "penahanan administratif" selama empat bulan.Lihat Juga :