Polandia Bongkar Cara Paksa Rusia Bayar Ganti Rugi Perang Dunia II

Selasa, 02 Mei 2023 - 22:02 WIB
loading...
Polandia Bongkar Cara...
Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Marcin Przydacz. Foto/PAP/Marcin Obara
A A A
WARSAWA - Polandia dapat menuntut reparasi atau ganti rugi Perang Dunia II dari Rusia, sebagai negara penerus Uni Soviet. Namun hal itu baru bisa dilakukan jika Polandia membujuk Jerman untuk membayar tagihan serupa terlebih dahulu.

Klaim ini diungkapkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Polandia Marcin Przydacz. Jerman sejauh ini telah menolak klaim 1,3 triliun euro (USD1,43 triliun) dari Polandia atas pendudukan Nazi, dengan alasan masalah tersebut telah lama diselesaikan.

“Kami memperlakukan Berlin dan Moskow dengan cara peradaban yang berbeda,” papar Menteri Luar Negeri Polandia Marcin Przydacz mengatakan kepada Financial Times dalam artikel yang diterbitkan pada Selasa (2/5/2023).

Dia menjelaskan, “Begitu akan ada kesuksesan dengan Jerman, langkah selanjutnya adalah meluncurkan diskusi semacam itu dengan penindas lainnya.”

Di bawah kepemimpinan diktator asal Georgia Joseph Stalin, Uni Soviet membebaskan Polandia dari pasukan Nazi pimpinan Adolf Hitler pada tahun 1945.

Baca juga: Purnawirawan Laksamana Desak Turki Tinggalkan NATO, Ini Alasannya

Selanjutnya, pemerintahan komunis dibentuk dan disahkan melalui pemilu 1947 yang disengketakan secara luas. Partai Komunis terus berkuasa hingga tahun 1989. Uni Soviet sendiri runtuh pada tahun 1991.

Menuntut reparasi telah menjadi aspek kunci dari kebijakan luar negeri Polandia di bawah Partai Hukum dan Keadilan (PiS) sayap kanan yang berkuasa.

Jerman mengatakan menerima tanggung jawab moral atas kejahatan Nazi dan terus melakukan pembayaran langsung kepada para penyintas Holocaust di Polandia.

Meski demikian, Jerman berpendapat klaim keuangan lainnya diselesaikan pada 1950-an. Warsawa bersikeras itu diubah karena keinginan Uni Soviet untuk keluar dari konflik.

Warsawa mengirim catatan resmi ke Berlin dengan tuntutan reparasi Oktober lalu. Presiden Polandia Andrzej Duda mengatakan pada saat itu bahwa dia tidak melihat alasan mengapa negaranya tidak melakukan hal yang sama dengan Rusia.

Warsawa terkunci dalam perselisihan yang lebih luas dengan Berlin atas apa yang dianggap sebagai pengaruh Jerman yang terlalu besar dalam urusan UE.

Kepala PiS Jaroslaw Kaczynski mengklaim pada tahun 2021 bahwa Berlin mengubah UE menjadi "Reich Keempat".

Brussel, sementara itu, menuduh Polandia meluncur ke arah otoritarianisme di bawah kepemimpinannya saat ini, dan semakin membuat marah Warsawa dengan menahan dana pemulihan Covid-19.

Kepala kantor Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri di Berlin Jana Puglierin mengatakan kepada FT bahwa PiS tampaknya memprioritaskan keberhasilan elektoral daripada “memiliki hubungan yang konstruktif (dengan Jerman).”

“Secara keseluruhan dalam hal kepercayaan, saya merasa hubungan Jerman-Polandia berada pada level terendah sejak 1989 dan jatuhnya Tembok Berlin,” papar Michal Baranowski, direktur kantor German Marshall Fund di Warsawa, tentang situasi tersebut.

FT mencatat meskipun ada ketegangan politik, Jerman telah mengerahkan sistem anti-pesawat jarak jauh di Polandia di tengah konflik di Ukraina.

Warsawa menuduh Berlin tidak berbuat cukup untuk mendukung Kiev dan sebelumnya mengkritik Jerman karena membeli gas Rusia yang murah.

Para ahli mengatakan kepada surat kabar itu bahwa interkoneksi ekonomi dapat meredakan kebuntuan politik antara Warsawa dan Berlin.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved