Pejuang Gaza Tembakkan Roket setelah Pemimpin Jihad Islam Meninggal di Penjara Israel
Selasa, 02 Mei 2023 - 21:01 WIB
loading...
Tokoh Jihad Islam Palestina Khader Adnan meninggal di penjara Israel. Foto/REUTERS
A
A
A
JALUR GAZA - Pejuang Gaza menembakkan roket pada Selasa (2/5/2023) setelah kematian tokoh Jihad Islam Palestina Khader Adnan dalam tahanan Israel.
Khader Adnan telah melakukan mogok makan selama hampir tiga bulan.
Serangan roket lintas perbatasan terjadi setelah kematian Khader Adnan, yang melakukan mogok makan sejak penahanannya oleh pasukan Israel di Tepi Barat pada bulan Februari.
Layanan penjara Israel mengumumkan kematian seorang tahanan yang berafiliasi dengan Jihad Islam, yang "ditemukan pagi ini di selnya tidak sadarkan diri."
Berita itu segera diikuti oleh tembakan roket ke Israel, menurut seorang jurnalis AFP yang menyaksikan. Militer Israel melaporkan tiga roket "jatuh di area terbuka."
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut kematian Adnan digambarkan sebagai "pembunuhan yang disengaja" oleh Israel.
Baca juga: Purnawirawan Laksamana Desak Turki Tinggalkan NATO, Ini Alasannya
"Dengan menolak permintaannya untuk pembebasannya, mengabaikannya secara medis dan menahannya di selnya, meskipun kondisi kesehatannya serius," ungkap pernyataan perdana menteri Palestina.
Khader Adnan telah melakukan mogok makan selama hampir tiga bulan.
Serangan roket lintas perbatasan terjadi setelah kematian Khader Adnan, yang melakukan mogok makan sejak penahanannya oleh pasukan Israel di Tepi Barat pada bulan Februari.
Layanan penjara Israel mengumumkan kematian seorang tahanan yang berafiliasi dengan Jihad Islam, yang "ditemukan pagi ini di selnya tidak sadarkan diri."
Berita itu segera diikuti oleh tembakan roket ke Israel, menurut seorang jurnalis AFP yang menyaksikan. Militer Israel melaporkan tiga roket "jatuh di area terbuka."
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut kematian Adnan digambarkan sebagai "pembunuhan yang disengaja" oleh Israel.
Baca juga: Purnawirawan Laksamana Desak Turki Tinggalkan NATO, Ini Alasannya
"Dengan menolak permintaannya untuk pembebasannya, mengabaikannya secara medis dan menahannya di selnya, meskipun kondisi kesehatannya serius," ungkap pernyataan perdana menteri Palestina.
Lihat Juga :