Pertemuan Tak Sengaja Mengubah Sejarah, dari Penciptaan Mobil hingga Google
Minggu, 26 Juli 2020 - 07:57 WIB
loading...
A
A
A
Dua perempuan pendiri hak-hak perempuan Amerika Serikat (AS), Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony, menjalin persahabatan selama 50 tahun, dan membangun pengaruh abadi terhadap paham feminisme di Amerika Serikat.
Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony bertemu pertama kali pada 1850 dan dengan cepat keduanya akrab. Selama 50 tahun berikutnya, mereka berkolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Amerika.
Sejarah Amerika mencatat, tidak ada orang yang gigih memperjuangkan amandemen undang-undang yang memberi perempuan hak untuk memilih selain Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony. (Baca juga: Belajar Patriotisme dan Hak Asasi Wanita dari Nusaibah binti Ka’ab Al-Ansariyah)
8. F. Scott Fitzgerald dan Zelda Fitzgerald (Awal lahirnya novel legendaris The Great Gatsby)
![Pertemuan Tak Sengaja Mengubah Sejarah, dari Penciptaan Mobil hingga Google]()
F. Scott Fitzgerald dikenal sebagai penulis novel dan cerita pendek asal Amerika Serikat. Karya fenomenal adalah The Great Gatsby yang terbit pada 1925. Di usia 24 tahun, Fitzgerald menjadi terkenal lantaran novelnya berjudul This Side of Paradise.
Seminggu kemudian, Fitzgerald menikah dengan perempuan yang ia cintai sekaligus sumber inspirasinya, Zelda Sayre. Keduanya bertemu kali pertama pada sebuah pesta dansa di Juli 1918 ketika Scott berusia 21 tahun. (Lihat grafis: Penyair Sapardi Djoko Damono Tutup Usia)
Meskipun pernikahan mereka terkenal kacau, mereka saling menginspirasi pekerjaan masing-masing. Scott bahkan akan mengangkat buku harian pribadi Zelda dan memasukkannya ke dalam novel The Great Gatsby.
9. Frederick Douglass dan William Lloyd Garrison (Awal lahirnya gerakan penghapusan perbudakan di AS)
![Pertemuan Tak Sengaja Mengubah Sejarah, dari Penciptaan Mobil hingga Google]()
Surat kabar William Lloyd Garrison, The Liberator, adalah publikasi abolisionis (gerakan penghapusan perbudakan di AS) terbesar pada masanya — dan Frederick Douglass, seorang mantan budak pembaca loyak The Liberator dan tokoh terkemuka dalam gerakan penghapusan perbudakan di AS.
Garrison sangat terkesan dengan tulisan dan aksi-aksi Douglass menentang perbudakan. Atas desakan Garrison, Douglass menerbitkan otobiografi pertamanya pada 1845. Buku ini sangat laris di AS. (Baca juga: Viral, Demonstran Wanita Bugil Hadapi Pasukan Polisi AS)
Persahabatannya dengan Garrison menghantarkan Douglass bertemu dengan Presiden Abraham Lincoln di Gedung Putih untuk membicarakan perlakuan tidak adil yang dialami prajurit kulit hitam di Perang Saudara AS. Sejak pertemuan itu, negara lebih memperhatikan hak-hak warga kulit hitam di AS dan menginspirasi berbagai gerakan persamaan hak AS dan dunia di kemudian hari.
Sumber: www.mentalfloss.com
Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony bertemu pertama kali pada 1850 dan dengan cepat keduanya akrab. Selama 50 tahun berikutnya, mereka berkolaborasi dalam memperjuangkan hak-hak perempuan Amerika.
Sejarah Amerika mencatat, tidak ada orang yang gigih memperjuangkan amandemen undang-undang yang memberi perempuan hak untuk memilih selain Elizabeth Cady Stanton dan Susan B. Anthony. (Baca juga: Belajar Patriotisme dan Hak Asasi Wanita dari Nusaibah binti Ka’ab Al-Ansariyah)
8. F. Scott Fitzgerald dan Zelda Fitzgerald (Awal lahirnya novel legendaris The Great Gatsby)

F. Scott Fitzgerald dikenal sebagai penulis novel dan cerita pendek asal Amerika Serikat. Karya fenomenal adalah The Great Gatsby yang terbit pada 1925. Di usia 24 tahun, Fitzgerald menjadi terkenal lantaran novelnya berjudul This Side of Paradise.
Seminggu kemudian, Fitzgerald menikah dengan perempuan yang ia cintai sekaligus sumber inspirasinya, Zelda Sayre. Keduanya bertemu kali pertama pada sebuah pesta dansa di Juli 1918 ketika Scott berusia 21 tahun. (Lihat grafis: Penyair Sapardi Djoko Damono Tutup Usia)
Meskipun pernikahan mereka terkenal kacau, mereka saling menginspirasi pekerjaan masing-masing. Scott bahkan akan mengangkat buku harian pribadi Zelda dan memasukkannya ke dalam novel The Great Gatsby.
9. Frederick Douglass dan William Lloyd Garrison (Awal lahirnya gerakan penghapusan perbudakan di AS)

Surat kabar William Lloyd Garrison, The Liberator, adalah publikasi abolisionis (gerakan penghapusan perbudakan di AS) terbesar pada masanya — dan Frederick Douglass, seorang mantan budak pembaca loyak The Liberator dan tokoh terkemuka dalam gerakan penghapusan perbudakan di AS.
Garrison sangat terkesan dengan tulisan dan aksi-aksi Douglass menentang perbudakan. Atas desakan Garrison, Douglass menerbitkan otobiografi pertamanya pada 1845. Buku ini sangat laris di AS. (Baca juga: Viral, Demonstran Wanita Bugil Hadapi Pasukan Polisi AS)
Persahabatannya dengan Garrison menghantarkan Douglass bertemu dengan Presiden Abraham Lincoln di Gedung Putih untuk membicarakan perlakuan tidak adil yang dialami prajurit kulit hitam di Perang Saudara AS. Sejak pertemuan itu, negara lebih memperhatikan hak-hak warga kulit hitam di AS dan menginspirasi berbagai gerakan persamaan hak AS dan dunia di kemudian hari.
Sumber: www.mentalfloss.com
(poe)
Lihat Juga :