Sekte Mati Kelaparan untuk Bertemu Yesus Renggut 110 Orang, 2 Pendeta Diadili

Selasa, 02 Mei 2023 - 09:32 WIB
loading...
Sekte Mati Kelaparan...
Sekte Mati kelaparan untuk bertemu Yesus di Kenya telah merenggut 110 orang. Dua pendeta akan dibawa ke pangadilan, Selasa (2/5/2023). Foto/REUTERS
A A A
NAIROBI - Dua pendeta dijadwalkan hadir pada Selasa (2/5/2023) di hadapan pengadilan Kenya . Mereka dianggap bertanggung jawab atas sekte "mati kelaparan untuk bertemu Yesus " yang hingga kini telah merenggut 110 orang pengikut mereka.

Ratusan jasad ditemukan terkubur dalam apa yang disebut media lokal sebagai "pembantaian hutan Shakahola".

Kenya tercatat sebagai negara sangat religius dengan Kristen sebagai mayoritas dan memiliki lebih dari 4.000 gereja yang terdaftar.

Kedua pendeta terkait sekte tersebut telah ditahan dan dijadwalkan hadir di pengadilan di kota yang berbeda pada hari Selasa.

Pendeta pertama, Paul Mackenzie Nthenge, yang mendirikan Good News International Church [Gereja Internasional Berita Baik] pada tahun 2003, akan diadili di pengadilan kota pesisir Malindi. Dia dituduh menghasut para pengikutnya agar "mati kelaparan untuk bertemu Yesus", di tempat sepi yang dekat dengan pos terdepan Shakahola.

Baca Juga: Sekte Mati Kelaparan untuk Bertemu Yesus Renggut 103 Orang, Pendeta Kedua Ditangkap

Pendeta kedua, Yehezkiel Odero, seorang tele-evangelist yang kaya dan terkenal, dijadwalkan akan diadili di kota Mombasa setelah penangkapannya di Malindi pada hari Kamis pekan lalu.

Odero diduga melakukan pembunuhan, membantu bunuh diri, penculikan, radikalisasi, kejahatan terhadap kemanusiaan, kekejaman terhadap anak, penipuan dan pencucian uang.

Jaksa berusaha untuk menahannya selama 30 hari lagi, merujuk pada informasi yang kredibel yang menghubungkan mayat-mayat yang digali di Shakahola dengan kematian beberapa pengikut yang tidak bersalah dan rentan dari Odero's New Life Prayer Central and Church.

Mackenzie Nthenge mengumpulkan kawanannya di hutan di mana sekitar 30 kuburan massal ditemukan berisi lebih dari 100 mayat, kebanyakan anak-anak.

Mackenzie Nthenge, yang menyerahkan diri pada 14 April setelah polisi pertama kali memasuki hutan untuk mendapatkan informasi, diadili bersama 13 orang lainnya dengan tuduhan pembunuhan, penculikan, kekejaman terhadap anak-anak dan kejahatan lainnya sebagaimana tercantum dokumen pengadilan yang dilihat oleh AFP.

"Odero dan Nthenge berbagi sejarah investasi bisnis termasuk stasiun televisi yang digunakan untuk menyampaikan pesan radikal kepada pengikutnya," bunyi dokumen pengadilan.

Autopsi pertama dari Shakahola dilakukan hari Senin terhadap jasad sembilan anak dan satu wanita.

Pihak berwenang memastikan kelaparan sebagai penyebab kematian, meski beberapa korban mengalami sesak napas.

Pertanyaan publik bermunculan tentang bagaimana seorang pendeta dengan sejarah ekstremisme berhasil menghindari penegakan hukum meskipun profilnya menonjol.

Kasus kematian massal ini juga memaksa Presiden William Ruto mengintervensi gerakan keagamaan lokal Kenya.

"Minggu ini Ruto akan membentuk gugus tugas untuk menangani secara umum bagaimana kita mengatur kegiatan keagamaan di negara kita dan bagaimana kita memastikan kita tidak melanggar hak suci kebebasan beribadah, berpendapat dan berkeyakinan," kata Menteri Dalam Negeri Kithure Kata Kindiki.

"Tetapi pada saat yang sama kami tidak mengizinkan penjahat menyalahgunakan hak itu untuk menyakiti, membunuh, menyiksa, dan membuat orang kelaparan sampai mati," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Dituding Sengaja...
AS Dituding Sengaja Dorong Warga Kuba ke dalam Kelaparan
Siapa Nasire Best? Tersangka...
Siapa Nasire Best? Tersangka Penyerangan Gedung Putih yang Mengaku sebagai Yesus Kristus
Tersangka Penembakan...
Tersangka Penembakan Dekat Gedung Putih Ditembak Mati, Meyakini Dirinya Yesus
Netanyahu Terkejut Tentara...
Netanyahu Terkejut Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dengan Palu Godam
Viral Foto Tentara Israel...
Viral Foto Tentara Israel Hantam Patung Yesus dengan Palu Godam, Ini Respons IDF
Trump Hapus Unggahan...
Trump Hapus Unggahan Gambar Dirinya sebagai Yesus setelah Tuai Kecaman
Demam Piala Dunia, Patung...
Demam Piala Dunia, Patung Ikonik Yesus Sang Penebus di Brasil Diselimuti Jersey Samba
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved