Putin Dilaporkan Mulai Jengkel dengan Assad yang Keras Kepala

Rabu, 29 April 2020 - 04:42 WIB
loading...
A A A
Ketika Putin menggunakan intervensi militer sejak 2015 yang sukses di Suriah untuk memulihkan pengaruh era Soviet sebagai pemain utama di Timur Tengah, Assad telah bermanuver di antara Moskow dan pendukung militer utamanya, Iran, untuk mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan.

Assad juga memanfaatkan kekuatan militer dan diplomatik Rusia terhadap upaya Turki untuk memperluas kehadirannya di daerah-daerah yang tersisa yang dikuasai pemberontak di Suriah utara ketika dia berusaha untuk mendapatkan kembali kendali atas seluruh negara dengan dukungan Putin.

Kritik Terbuka

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov membantah bahwa Putin tidak senang dengan Assad karena menolak untuk berkompromi dengan oposisi Suriah dalam menegosiasikan penyelesaian politik.

Rusia diketahui telah menekan Assad di belakang layar selama beberapa tahun, tanpa hasil, untuk menyetujui setidaknya beberapa konsesi politik untuk memenangkan dukungan PBB atas pemilu ulang yang diharapkannya pada tahun 2021. Kritik Rusia yang disuarakan secara terbuka terhadap sekutunya itu menandai perubahan pendekatan yang tajam.

Federal News Agency, media yang terkait dengan Yevgeny Prigozhin, yang dikenal sebagai "Chef Putin" karena kontrak katering Kremlin-nya, menerbitkan sebuah artikel online yang menyerang Assad sebagai sosok korup. Media itu juga mengutip sebuah jajak pendapat yang menunjukkan Assad hanya memiliki dukungan 32 persen, sementara ada daftar sejumlah pengganti potensial dari dalam rezim Suriah dan oposisi.

Entah kenapa artikel di Federal News Agency dengan cepat menghilang. Beberapa hari kemudian, Russian International Affairs Council (Dewan Urusan Internasional Rusia), sebuah kelompok think tank kebijakan luar negeri yang didirikan oleh Kremlin, menerbitkan komentar yang mengkritik pemerintah di Damaskus karena tidak memiliki pendekatan yang jauh ke depan dan fleksibel untuk mengakhiri konflik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Keisya Levronka Tulis...
Keisya Levronka Tulis Lagu Aku Sepatah Hati Itu untuk Adiknya yang Jatuh di Untar
HUT ke-118, Ikatan Notaris...
HUT ke-118, Ikatan Notaris Indonesia Dorong Penegakan Etik dan Adaptasi Digital
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved