Ukraina: Serangan di Terminal Minyak Crimea Persiapan Aksi Balasan
Senin, 01 Mei 2023 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara tentang serangan hari sebelumnya di Sevastopol, dia mengklaim, "Pekerjaan ini mewakili persiapan untuk serangan besar-besaran, yang diharapkan semua orang."
Crimea, yang bersatu kembali dengan Rusia pada 2014 menyusul referendum yang diadakan setelah kudeta kekerasan di Kiev tahun itu, telah sering menjadi sasaran serangan drone udara dan laut sejak konflik meletus menjadi pertempuran terbuka pada Februari tahun lalu.
Militer Ukraina dan pihak berwenang di Kiev biasanya enggan bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, yang sebagian besar telah berhasil dipukul mundur oleh pasukan Rusia.
Dalam wawancara dengan media Nordik pada Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "serangan balasan akan terjadi" dan menyatakan harapan bahwa hal itu akan memungkinkan Kiev "menghilangkan pendudukan" Crimea serta wilayah baru Rusia: Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, serta Wilayah Zaporozhye dan Kherson.
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil kepala Dewan Keamanan negara itu, mengatakan klaim Zelensky adalah "delusi".
Namun dia memperingatkan bahwa, bagaimanapun, klaim tersebut tidak boleh diabaikan.
Crimea, yang bersatu kembali dengan Rusia pada 2014 menyusul referendum yang diadakan setelah kudeta kekerasan di Kiev tahun itu, telah sering menjadi sasaran serangan drone udara dan laut sejak konflik meletus menjadi pertempuran terbuka pada Februari tahun lalu.
Militer Ukraina dan pihak berwenang di Kiev biasanya enggan bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, yang sebagian besar telah berhasil dipukul mundur oleh pasukan Rusia.
Dalam wawancara dengan media Nordik pada Jumat, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan "serangan balasan akan terjadi" dan menyatakan harapan bahwa hal itu akan memungkinkan Kiev "menghilangkan pendudukan" Crimea serta wilayah baru Rusia: Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk, serta Wilayah Zaporozhye dan Kherson.
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang saat ini menjabat sebagai wakil kepala Dewan Keamanan negara itu, mengatakan klaim Zelensky adalah "delusi".
Namun dia memperingatkan bahwa, bagaimanapun, klaim tersebut tidak boleh diabaikan.
Lihat Juga :