Duh, Senjata Italia yang Dipasok ke Ukraina Dilaporkan Tidak Siap Tempur

Minggu, 30 April 2023 - 14:01 WIB
loading...
Duh, Senjata Italia...
Senjata Italia yang dipasok ke Ukraina dilaporkan tidak siap tempur. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Financial Times melaporkan beberapa perangkat keras militer yang diberikan Italia kepada Ukraina pada awal tahun ini dikirim dalam kondisi tidak siap tempur.

Mengutip seorang penasihat untuk Kementerian Pertahanan Ukraina yang tidak ingin identitasnya diketahui, surat kabar itu melaporkan bahwa tidak satu pun dari 20 howitzer self-propelled yang disediakan Roma untuk Kiev bisa segera digunakan.

Outlet tersebut juga mencatat bahwa upaya Kiev untuk membujuk AS memasoknya dengan rudal jarak jauh dan jet tempur F-16 sejauh ini sia-sia.

Baca Juga: AS Pasang Detektor Nuklir di Penjuru Wilayah Ukraina

Menurut laporan itu, jika serangan balik Ukraina gagal memenuhi harapan Barat, kritik di AS dan di tempat lain akan mempertanyakan kelayakan dukungan militer lebih lanjut.

"Pemerintah Barat pada akhirnya dapat memutuskan untuk memaksa Kiev menerima penyelesaian yang dirundingkan," lapor Financial Times yang dikutip dari Russia Today, Minggu (30/4/2023).

Surat kabar itu menyimpulkan bahwa mengamankan keuntungan teritorial besar melawan pasukan Rusia kemungkinan besar akan menjadi tugas berat bagi Kiev.

Baca Juga: Serangan Rudal Besar-besaran Rusia Tewaskan 26 Orang di Ukraina

Pada hari Rabu, pembantu senior Presiden Zelensky, Mikhail Podoliak, bersikeras bahwa Ukraina masih membutuhkan lebih banyak persenjataan dan peralatan. Ini bertentangan dengan komandan AS untuk pasukan NATO di Eropa, Jenderal Christopher Cavoli, yang di depan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS mengklaim bahwa para pendukung Kiev telah mengirimkan 98% unit kendaraan tempur yang dijanjikan ke Ukraina.

Pekan lalu, majalah Foreign Policy melaporkan bahwa tank Leopard buatan Jerman yang diberikan ke Ukraina oleh delapan negara kemungkinan akan menimbulkan tantangan logistik bagi militer Kiev. Perangkat keras itu dilaporkan menggunakan berbagai amunisi yang berbeda, yang berarti Ukraina tidak akan dapat membeli amunisi dalam jumlah besar.

Sementara Tank Abrams yang dijanjikan Washington untuk diberikan kepada Kiev awal tahun ini kemungkinan akan memakan waktu berbulan-bulan untuk benar-benar tiba di medan perang.

Baca Juga: Tunggu Komando, Pasukan Ukraina Siap Lancarkan Serangan Balasan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Cerita El Rumi & Syifa...
Cerita El Rumi & Syifa Hadju Bulan Madu di Italia, Romantis hingga Penuh Kejutan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved