Sita Kapal di Teluk Oman, Ini Alasan Iran

Jum'at, 28 April 2023 - 17:50 WIB
loading...
Sita Kapal di Teluk...
Iran mengkonfirmasi telah menyita kapal di Teluk Oman. Foto/Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Militer Iran mengkonfirmasi pasukan Angkatan Lautnya telah menyita kapal berbendera Kepulauan Marshal di Teluk Oman. Itu dilakukan karena kapal tersebut berusaha melarikan diri setelah bertabrakan dengan kapal Irak.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah, militer Iran mengatakan insiden itu terjadi pada Rabu malam di Teluk Oman, mengakibatkan beberapa awak kapal Iran hilang dan menderita luka-luka.

"Angkatan Laut Iran kemudian mencegat kapal yang melarikan diri di Teluk Oman dan mengarahkannya ke perairan pesisir Iran," kata pernyataan itu seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (28/4/2023).

Baca Juga: Pengadilan Iran Perintahkan AS dan Obama Bayar Rp4,6 T Atas Serangan Teroris 2017

Sebelumnya, Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengatakan pasukan Iran merebut kapal tanker minyak berbendera Kepulauan Marshall Advantage Sweet saat transit di perairan internasional di Teluk Oman.

Angkatan Laut AS mengkritik pelecehan berkelanjutan terhadap kapal dan campur tangan Iran dengan hak navigasi di perairan regional. AS pun menyerukan pembebasan segera kapal tanker minyak tersebut.

“Dalam dua tahun terakhir, Iran secara tidak sah telah menyita setidaknya lima kapal komersial yang berlayar di Timur Tengah,” kata Angkatan Laut AS.

Baca Juga: AS: Garda Revolusi Iran Sita Kapal Tanker Minyak di Teluk Oman

Manajer kapal, sebuah perusahaan Turki bernama Advantage Tankers, mengeluarkan pernyataan yang mengakui bahwa Advantage Sweet dikawal oleh Angkatan Laut Iran ke sebuah pelabuhan atas dasar perselisihan internasional.

“Keselamatan dan kesejahteraan anggota kru kami yang berharga adalah prioritas No. 1 kami,” kata perusahaan itu.

“Pengalaman serupa menunjukkan bahwa awak kapal yang dibawa dalam keadaan seperti itu tidak dalam bahaya,” sambung pernyataan itu.

Pemilik kapal yang terdaftar tampaknya adalah perusahaan China.

Informasi manifes dari perusahaan data Refinitiv menunjukkan Advantage Sweet membawa minyak mentah Kuwait untuk perusahaan energi Amerika Chevron Corp. dari San Ramon,California.

Baca Juga: Eks Wakil Khamenei Ditembak Mati
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved