Dipecat dari Fox News, Carlson: Mereka yang Berkuasa dengan Paksa Bunuh Debat

Kamis, 27 April 2023 - 21:01 WIB
loading...
Dipecat dari Fox News,...
Mantan pembawa acara Fox News Tucker Carlson. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Tucker Carlson memberikan komentar publik pertamanya yang luas setelah keluar dari Fox News. Dia mengatakan orang-orang yang bertanggung jawab menggunakan “paksaan” untuk membungkam percakapan di media yang tidak menguntungkan kepentingan kedua partai politik.

Pada Senin (24/4/2023), FOX News mengatakan raksasa media dan Carlson setuju untuk berpisah. Langkah itu dilakukan meskipun dia menjadi pembawa acara program jaringan terpopuler.

Laporan yang bertentangan menyatakan Carlson dipecat karena topik liputan yang kontroversial, mulai dari kerusuhan 6 Januari hingga dukungan AS terhadap konflik Ukraina.

Pihak lain mengatakan dia dipecat karena kritik tajam terhadap manajemen senior.

"Orang-orang yang bertanggung jawab... histeris dan agresif. Mereka takut. Mereka menyerah pada persuasi, mereka menggunakan kekerasan," ujar Carlson dalam klip video berdurasi dua menit yang diposting di akun Twitternya pada Rabu (26/4/2023).

Baca juga: Pakar: F-16 AS Mungkin Tak Bertahan Lama jika Dikirim ke Ukraina

Dia menegaskan, "Tapi itu tidak akan berhasil ... hal-hal yang benar akan menang."

Seorang kritikus sengit pada pemerintahan Presiden AS Joe Biden, Carlson sering digambarkan sebagai seorang konservatif sayap kanan.

Namun, meskipun benar sampai batas tertentu, Carlson menjadi terkenal karena mempertanyakan ortodoksi kemapanan yang berlaku di kubu kiri dan kanan.

Carlson menahan diri untuk tidak secara khusus menyebutkan kepergiannya dari Fox News, meskipun referensi tersebut dengan jelas menyinggung situasi tersebut.

Klip video hari Rabu, sepatutnya, mirip dengan monolog yang dia sampaikan di acaranya yang sudah tidak ada lagi "Tucker Carlson Tonight."

Carlson berkata "topik besar" seperti perang, kekuatan perusahaan, dan kebebasan sipil hampir tidak mendapat perhatian di media.

"Debat seperti itu tidak diizinkan di media Amerika," ujar Carlson.

"Baik partai politik dan donor mereka, telah mencapai konsensus tentang apa yang menguntungkan mereka. Dan mereka secara aktif berkolusi untuk menutup pembicaraan tentang hal itu. Tiba-tiba Amerika Serikat terlihat seperti negara satu partai," tegas dia.

Namun, tambah Carlson, momen saat ini terlalu konyol untuk dilanjutkan. "Dan, jadi, itu tidak akan terjadi," papar dia.

Carlson juga mengatakan tidak banyak tempat tersisa di mana orang Amerika mengatakan "hal yang benar". Tapi ada beberapa, menurut dia, dan itu sudah cukup.

Sejak laporan pemecatan Carlson menunjukkan keputusan tegas itu diambil oleh Rupert Murdoch, yang menjabat sebagai ketua perusahaan media, setelah dia berkonsultasi terlebih dahulu dengan para anggota dewan.

Nicholas Waddy, analis politik dan profesor sejarah di SUNY Alfred, sebelumnya mengatakan kepada Sputnik bahwa kepergian mantan pembawa acara itu kemungkinan akan menandakan akhir dari media oposisi karena Fox News bertransisi menjadi "kuburan raksasa media konservatif."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Jujur Saja, Kita Menyerah'
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Cedera Patah Kaki di...
Cedera Patah Kaki di Piala Dunia 2026, Ismael Kone Terancam Absen Setahun
Navigasi Kompleksitas...
Navigasi Kompleksitas Bisnis 2026, Grab For Business Dorong Pelaku Usaha Scale Smarter dan Execute Faster
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Berita Terkini
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved