Dipecat dari Fox News, Carlson: Mereka yang Berkuasa dengan Paksa Bunuh Debat

Kamis, 27 April 2023 - 21:01 WIB
loading...
A A A
"Debat seperti itu tidak diizinkan di media Amerika," ujar Carlson.

"Baik partai politik dan donor mereka, telah mencapai konsensus tentang apa yang menguntungkan mereka. Dan mereka secara aktif berkolusi untuk menutup pembicaraan tentang hal itu. Tiba-tiba Amerika Serikat terlihat seperti negara satu partai," tegas dia.

Namun, tambah Carlson, momen saat ini terlalu konyol untuk dilanjutkan. "Dan, jadi, itu tidak akan terjadi," papar dia.

Carlson juga mengatakan tidak banyak tempat tersisa di mana orang Amerika mengatakan "hal yang benar". Tapi ada beberapa, menurut dia, dan itu sudah cukup.

Sejak laporan pemecatan Carlson menunjukkan keputusan tegas itu diambil oleh Rupert Murdoch, yang menjabat sebagai ketua perusahaan media, setelah dia berkonsultasi terlebih dahulu dengan para anggota dewan.

Nicholas Waddy, analis politik dan profesor sejarah di SUNY Alfred, sebelumnya mengatakan kepada Sputnik bahwa kepergian mantan pembawa acara itu kemungkinan akan menandakan akhir dari media oposisi karena Fox News bertransisi menjadi "kuburan raksasa media konservatif."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved